KEDIRI, JP Radar Kediri - Proyek Tol Kediri-Tulungagung (Ki-Agung) terus berusaha mengurai permasalahan yang masih membelit. Seperti wilayah yang masuk tol akses bandara yang hingga kini menunggu proses pembebasan. Terutama di kawasan Desa Tiron, Kabupaten Kediri dan Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri.
“Pembebasan untuk akses bandara sudah di atas 72 persen. Ada satu area hijau, maksudnya sudah bebas semua. Itu di Mejenan (Kelurahan Mojoroto, Red),” terang Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jalan Tol Ki-Agung Linanda Krisni Susanti.
Lingkungan Mejenan, Kelurahan Mojoroto menjadi salah satu prioritas di ruas Kota Kediri. Sebab, kawasan itu menunjang pembangunan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Mojoroto dengan Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota.
Sementara itu, prioritas di ruas Kabupaten Kediri salah satunya di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan. Sebab, area itu menjadi awal pembangunan jalan tol yang terhubung dengan Bandara Dhoho.
“(Di Desa Tiron, Red) menyisakan tanah wakaf dan TKD (tanah kas desa, Red) yang akan segera dipercepat,” tandas wanita yang akrab disapa Nanda ini.
Penanganan untuk dua lahan itu tergolong khusus. Karena termasuk kategori tanah berkarakteristik khusus. Artinya, tanah tidak bisa diganti dalam bantuk uang.
“Penggantinya adalah relokasi. Jadi tanah pengganti dan atau bangunan pengganti. Prosedurnya kalau wakaf diatur dalam keputusan Menteri agama. Kalau TKD diatur di Permendagri 1 Tahun 2016,” urainya.
Sementara itu, paralel dengan pengadaan tanah tahap I, TPT dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kediri masih memproses pengadaan tanah untuk penetapan lokasi (penlok) tahap II. Sebelumnya, sebanyak 170 warga di Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto diundang dalam sosialisasi pelaksanaan pengadaan tanah tahap II. Pertemuan Senin (6/5) itu masih diwarnai kebingungan warga terdampak dengan mekanisme pembebasan tanah.
Kemarin, sosialisasi proyek untuk mengakomodasi penambahan lahan di kiri dan kanan trase berlanjut. Giliran 35 warga terdampak di Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto yang diundang.
“Setelah sosialisasi ini, kami akan lanjutkan ke tahapan pemasangan patok oleh TPT dan dilanjutkan dengan pengukuran oleh BPN,” kata Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan BPN Kota Kediri Tutur Pamuji.
Sementara itu, Pemkab Kediri melakukan pertemuan dengan TPT dan wakil dari PT Surya Sapta Agung Tol (SSAT) di kantor pemkab kemarin petang. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut keluhan warga terdampak di Kecamatan Semen, yang meminta agar segera dilakukan pembayaran.
“Karena ada warga (terdampak) yang minta segera dibayar. Mereka resah karena terlalu lama tidak ada komunikasi terkait pembayaran,” terang Asisten Administrasi bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sukadi.
Keluhan itu muncul di Desa Puhrubuh, Kecamatan Semen. Di desa ini ada 183 bidang terdampak. Yang sudah diajukan surat perintah bayar (SPP) ke PT SSAT sebanyak 79 bidang.
“Sisanya masih proses pemberkasan,” terang Nanda.
Dalam rapat, juga disinggung penlok tahap 2 di Desa Tiron dan Manyaran, Kecamatan Banyakan. Kendalanya adalah, terdapat 19 bidang yang belum bersedia menyerahkan berkas. Karena pemilik merasa tanahnya itu belum diukur.
“Sebenarnya sudah mau diukur, namun ada yang menolak,” aku Nanda.
Sebenarnya, TPT sudah punya ukuran sesuai penghitungan berdasarkan koordinat. Sehingga tahapan tersebut bisa berlanjut. Walau demikian, pemkab tetap menegaskan agar TPT melakukan pengukuran secara fisik.
“Insya Allah minggu depan akan diukur,” ucap Nanda kepada Sukadi.
Setelah itu, urai Nanda, akan dilakukan sinkronisasi daftar nominatif pada minggu kedua Juni. Jika klir, minggu ke-3 akan diumumkan daftar nominatifnya. Yang dilanjutkan appraisal pada minggu ke-4. Syaratnya terkumpul berita acara warga yang setuju atau menyanggah.
“Targetnya minggu ke-2 Juli sudah dilakukan pembayaran,” terang Nanda pada koran ini ditemui usai rapat yang berakhir pukul 18.00 itu.
Diberitakan sebelumnya, proyek strategis nasional (PSN) senilai Rp 9,9 triliun ini akan dimulai akhir Mei ini. Lahan terdampak—khususnya kawasan prioritas akses bandara—sudah diminta segera dikosongkan.
Pantauan , pembongkaran bangunan masih berlangsung di beberapa titik. Salah satunya di sepanjang Jl Mayor Bismo, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah