Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jajaki untuk Pilbup Kediri, Dhito Datangi Kantor DPD PKS Kabupaten Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 8 Mei 2024 | 16:31 WIB
GAYENG: Dhito (kanan) melambaikan tangan di sela perbincangan dengan Ketua DPD PKS Marenda Darwis.
GAYENG: Dhito (kanan) melambaikan tangan di sela perbincangan dengan Ketua DPD PKS Marenda Darwis.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Dinamika politik di Kabupaten Kediri terus terjadi menjelang perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) akhir tahun ini. Beberapa kandidat yang muncul terus melakukan upaya penggalangan dukungan. Khususnya menjalin komunikasi dengan partai-partai politik.

Kemarin siang, Hanindhito Himawan Pramana mendatangi kantor Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sosial (DPD PKS). Bupati Kediri ini diterima oleh Ketua DPD PKS Marenda Darwis dan melakukan perbincangan secara terbuka hampir dua jam.

"Harapannya PKS bisa mengusung saya dalam pilkada nanti. Kalau ternyata tidak mengusung, saya berharap tidak memutus silaturahmi," pinta Dhito kepada Darwis dalam obrolan yang juga diikuti beberapa wartawan.

Lebih jauh, Dhito menegaskan kunjungannya itu dalam kaitan silaturahmi. Karena partai berlambang dua bulan sabit mengapit batang padi tersebut adalah partai pengusungnya di pilkada lalu. Karena itu, beberapa topik lain juga dibicarakan dalam pertemuan yang berlangsung mulai pukul 13.00 tersebut.

 "Diskusi beberapa hal yang tidak berat-berat. Lebih kepada santai-santai saja, silaturahmi. Terutama sowan ke Pak Ketua gitu,” ujar Dhito sembari tertawa.

Soal dukungan dalam pilkada? “Itukan keputusannya beliau (Darwis, Red) bukan keputusan saya. Jangan tanyakan saya kalau hal itu,” elaknya.

Dhito menegaskan, kedatangannya ke PKS karena memiliki kesamaan visi dan misi. Yang kebetulan sama dengan tujuan yang ingin dia capai. Yaitu pangan murah, kerja gampang, dan sehat mudah.

"Itu adalah hal yang paling fundamental. Dan, saya rasa visi-misi atau slogan itu menjadi sesuatu hal yang sama dengan saya," tandasnya.

Bagaimana dengan PKS? Darwis mengatakan, selain berdiskusi tentang pembangunan Kabupaten Kediri, ada pembicaraan yang mengarah pada dukungan dalam pilkada selama perbincangan kemarin.

"Sementara komunikasi dulu dengan Mas Dhito. Kami sampaikan apa adanya ke Pusat (DPP PKS, Red). Nanti Pusat yang akan menilai dan mengembalikan (keputusan)," akunya.

Yang menarik, Darwis mengaku tak hanya Dhito yang menjalin komunikasi tentang dukungan tersebut. Dia kemudian menyebut dua nama yang juga mulai muncul sebagai kandidat bakal calon bupati (bacabup). Yaitu Deny Wisyanarko dan Yogiantoro. Dia juga mengatakan bahwa dua nama tersebut disampaikan ke DPP. Mereka tinggal menunggu apapun keputusan dari DPP tersebut.

Sementara itu, selain mendatangi PKS, Dhito juga disebut telah menjalin komunikasi dengan Partai Golkar. Hal itu diakui oleh Ketua DPD Partai Golkar

Sigit Sosiawan.

Hanya, Sigit menegaskan bahwa dia menunggu keputusan dari DPP Partai Golkar. Terkait siapa nanti yang akan direkomendasikan.

“Belum ada rekomendasi calon (bupati) sampai hari ini. Namun, yang sudah berkomunisi (adalah) Mas Dhito,” aku Sigit.

Dari Kota Kediri, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan memulai tahapan pendaftaran bakal calon wali kota (bacawali) jalur independen hari ini (8/5). Para bacawali yang ingin memanfaatkan jalur ini bisa mengumpulkan berkas dukungan.

Tahapan jalur independen ini masih merujuk aturan pilkada sebelumnya. Yaitu Peraturan KPU nomor 2/2024. Sedangkan teknis pencalonan menunggu draft PKPU yang  kabarnya akan terbit pekan ini.

“Tahapan pencalonan jalur independen resmi mulai Minggu (5/5, Red) lalu. Kemudian dilanjutkan penyerahan dokumen persyaratan mulai besok (8/5, Red) sampai 12 Mei. Hanya lima hari,” terang Komisioner KPU Kota Kediri Divisi Teknis Penyelenggaraan Nia Sari.

Nia menjelaskan, calon independen harus mendapat dukungan minimal 10 persen dari daftar pemilih tetap (DPT). Atau, minimal 23.397 dukungan. Untuk memastikan dukungan ini, KPU bakal melakukan dua tahap verifikasi. Yaitu administrasi dan faktual.

“Seperti dukungan DPD dulu, kami door to door. Kami kunjungi dari rumah ke rumah untuk memastikan mereka (masyarakat yang KTP-nya tercantum dalam dokumen dukungan calon, Red) benar menyatakan dukungan kepada calon perseorangan atau tidak,” tandas alumnus Universitas Brawijaya itu sembari menyebut tahapan verifikasi faktual berlangsung Juni nanti.

Masih menurut Nia, anggaran pilkada tahun ini bisa untuk delapan pasangan calon (paslon). Tiga di antaranya diproyeksikan dari jalur independen. Karena itu, dia mendorong yang memiliki dukungan untuk maju sebagai calon independen.

“Agar semakin meramaikan pemilihan wali kota,” ucapnya. Nia sendiri menjelaskan, telah ada satu orang yang telah menjadwalkan konsultasi terkait pencalonan jalur independen ini. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kabupaten kediri #partai politik #pilbub #pks #mas bup