KEDIRI, JP Radar Kediri - Ribuan calon jemaah haji (CJH) Kediri Raya dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada akhir Mei nanti. Sembari menyiapkan fisik dan menuntaskan pemeriksaan kesehatan, sekitar 1.400 orang itu kini masih antre menunggu penerbitan visa yang diproses oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur.
Kepala Kemenag Kabupaten Kediri Achmad Faiz mengatakan, dokumen administrasi terkait kelengkapan visa ribuan jemaah asal Kabupaten kediri sudah berada di Surabaya. “Sekarang sedang proses pemvisaan (pembuatan visa, Red),” kata pria yang akrab disapa Faiz itu sembari menyebut perekaman biometrik sudah selesai. Demikian pula berkas paspor dan pra-manifest.
Total ada 1.109 jemaah asal Kabupaten Kediri yang siap diberangkatkan. Mereka terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter). Yaitu, kloter 73, kloter 74, dan kloter 75.
Sesuai jadwal keberangkatan, Kabupaten Kediri masuk dalam gelombang dua. Keberangkatan dari daerah ke embarkasi pada 31 Mei nanti. Terkait kondisi CJH, Faiz memastikan belum ada laporan jemaah yang sedang sakit keras, ataupun meninggal dunia.
Meski demikian, menurut Faiz pada saat keberangkatan nanti bisa saja jumlah jemaah berubah. Terutama jika ada jemaah yang mengundurkan diri karena meninggal dunia atau halangan lainnya. “Kita harapkan jangan sampai ada (yang meninggal atau sakit, Red) ya. Semoga semuanya sehat dan tidak ada halangan,” lanjut Faiz.
Sementara itu, jika di Kabupaten Kediri ada 1.109 jemaah yang siap berangkat ke Tanah Suci, di Kota Kediri total ada 304 jemaah yang akan menunaikan ibadah haji. Sehingga, total ada 1.413 orang yang siap berangkat ke Arab Saudi.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri Moh. Qayyim melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Tjitjik Rahmawati mengatakan, jemaah Kota Kediri yang tergabung di kloter 76 juga akan berangkat pada 31 Mei nanti.
Seperti halnya jemaah di Kabupaten Kediri, menurut Tjitjik jemaah Kota Kediri juga menyiapkan administrasi keberangkatan. “Persyaratan administrasi seperti paspor, vaksin, itu sudah semua. Sudah fix dan sudah diantrekan untuk penerbitan visa di Kanwil (Kemenag, Red) Provinsi Jatim,” terangnya sembari menyebut saat ini jemaah mulai melaksanakan bimbingan manasik haji.
Sesuai jadwal, jemaah mendapat bimbingan manasik hingga delapan kali. Dua kali di kemenag dan enam lainnya di kantor urusan agama (KUA) sesuai domisili jemaah.
Dari ratusan jemaan itu, menurut Tjitjik terdapat tiga jemaah lansia. Jumlah itu sesuai kuota yang didapat Kota Kediri. “Semuanya (jemaah lansia di Kota Kediri, Red) berusia 85 tahun. Kalau kuota lansia di Jatim termuda 85 tahun, tertua 106 tahun,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah