KEDIRI, JP Radar Kediri — Ribuan relawan lingkungan hidup turun ke bantaran Sungai Brantas, Sabtu (27/4). Mereka membersihkan kawasan bantaran sungai di sekitar Taman Brantas untuk memperingati Hari Bumi dan Hari Air Sedunia.
Untuk menjaga ekosistem kawasan sungai, mereka juga menyebar ratusan ribu benih ikan lokal di sana.
Dalam kegiatan memperingati Hari Bumi itu, ribuan relawan langsung turun membersihkan gulma seperti eceng gondok di bantaran. Tanaman tersebut dianggap mengganggu keberlangsungan sungai jika dibiarkan terlalu lama.
“Kalau dibiarkan bisa mempercepat sedimentasi yang akhirnya mengarah ke pendangkalan. Kalau terus-terusan wujudnya bisa seperti munculnya ‘pulau-pulau’ di tengah aliran sungai,” ujar Ari, salah satu relawan lingkungan hidup dari Komunitas Hijau Daun Mandiri.
Selain itu, bantaran sungai juga masih sering ditanami rumput gajah dan pohon pisang. Kedua tanaman itu cenderung tidak bisa menahan tanah dari potensi erosi atau pengikisan tanah.
Karenanya, kemarin para relawan juga menanam ratusan bibit pohon di sepanjang bantaran Sungai Brantas. Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri Indun Munawaroh mengatakan, tanaman dengan akar kuat dipilih untuk ditanam di bantaran sungai.
“Penanaman difokuskan di sekitar Sungai Brantas yang nantinya akan menguatkan bibir sungai. Jadi memang tanaman yang punya akar menguatkan. Bukan yang membuat longsor,” lanjutnya tentang penanaman sekitar 300 jenis pohon di sana.
Beberapa jenis pohon pengikat tanah itu di antaranya Gayam, Karet Kebo, Ketepeng, Beringin, Kluwak, Buni, dan Jati Belanda. Sebanyak 1.170 relawan bersama Penjabat (Pj) Wali Kota Kediri Zanariah ikut turun langsung.
Zanariah berpesan agar upaya pelestarian alam tidak hanya saat peringatan hari-hari besar saja. “Saya berharap ini tidak hanya hari ini, tapi kita lakukan berkala,” ujarnya.
Selain itu, peringatan Hari Bumi dan Hari Air Sedunia kemarin juga diisi dengan penebaran benih ikan. Ikan-ikan lokal sengaja dipilih untuk menghindari kelangkaan.
“Karena ini saya pun tidak tahu bahwa ada ikan Dewa yang langka. Dan sudah bisa dibudidayakan teman-teman. Tetapi jangan belum apa-apa sudah disetrum. Kita biarkan mereka hidup dulu, baru kita adakan seperti lomba mancing. Jadi tidak sia-sia,” sambung Zanariah.
Benih ikan lokal yang ditebar di Sungai Brantas itu antara lain Wader, Tawes, Sengkaring, dan Nilem. Data yang dihimpun koran ini, ada sekitar 115 ribu benih ikan lokal berbagai jenis yang ditebar di aliran Sungai Brantas kemarin.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah