KEDIRI, JP Radar Kediri - Ratusan kepala keluarga (KK) warga yang terdampak Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) akses Bandara Dhoho harus segera angkat kaki.
Sesuai surat dari tim pengadaan tanah (TPT), mereka hanya punya waktu sebulan untuk mengosongkan rumah dan tanahnya.
Data yang dihimpun media ini menyebutkan, surat perintah pengosongan dikirimkan pada Rabu (24/4) lalu. Total ada 150 KK warga terdampak di Kelurahan Mojoroto yang disurati oleh TPT Tol Ki Agung.
Dengan dikirimkannya surat pengosongan ke Kelurahan Mojoroto, berarti dalam waktu dekat lahan di sana siap untuk dibangun tol.
Sebelumnya, TPT juga sudah mengirim surat perintah pengosongan pada ratusan pemilik lahan terdampak di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota Kediri. Kemudian ke Desa Manyaran dan Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.
“Surat perintah kami kirim ke warga terdampak yang tanahnya sudah dibebaskan,” kata Ketua TPT Tol Ki Agung Linanda Krisni Susanti terkait pengiriman surat pengosongan lahan pada ratusan KK warga di Kelurahan Mojoroto.
Perempuan yang akrab disapa Nanda itu menjelaskan, di Kelurahan Mojoroto total ada 294 KK warga yang terdampak akses tol bandara. Sebanyak 280 bidang di antaranya sudah dibebaskan.
Dengan demikian, TPT masih memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk membebaskan 14 bidang sisanya. Selanjutnya, menyurati 144 bidang tanah terdampak yang harus menyusul dikosongkan di sana.
Nanda memastikan, pihaknya sudah memberi jeda waktu yang cukup pada ratusan KK warga di Kelurahan Mojoroto. Hal tersebut juga dilakukan pada 30 KK warga yang baru saja menerima uang ganti rugi.
Karenanya, batas waktu selama 30 hari untuk pengosongan tanah dan bangunan menurut Nanda sudah mencukupi.
“Karena sudah ada jeda waktu yang cukup dari sejak pembayaran sampai dengan surat ini kami terbitkan untuk warga mulai pindah,” terang Nanda.
Pantauan media ini, ratusan KK warga yang mendapat surat perintah pengosongan tersebar di sejumlah titik. Di antaranya di Jl Mejenan, Jl Kawi, hingga Jl Suparjan Mangun Wijaya.
Dari sejumlah lokasi tersebut, pembongkaran mulai banyak dilakukan di sekitar Jl Kawi.
Beberapa bangunan seperti toko, kafe, hingga tempat praktik dokter sudah banyak yang dirobohkan pemiliknya. Pun sebagian kecil rumah-rumah warga juga mulai dibongkar.
Lurah Mojoroto Ahmad Toharudin membenarkan terkait perintah pengosongan yang diterima sebagian warga. Dengan begitu, beberapa warga terdampak pun sudah mulai melakukan pembongkaran.
“Itu kan untuk yang sudah dilakukan pembayaran. Dan pembayarannya juga bertahap. Ada yang sudah pembayaran sejak lima bulan yang lalu,” tandasnya.
Seperti diberitakan, pengadaan tanah akses Bandara Dhoho tahap I di Kota dan Kabupaten Kediri baru mencapai separo. Dari total 66 hektare tanah yang dibutuhkan, baru sekitar 33 hektare yang dibebaskan.
Dengan tuntasnya separo tanah terdampak tol akses bandara itu, diakui TPT jika rekanan penggarap fisik sudah mulai bersiap untuk membangun.
Indikasinya, tim pengadaan tanah sudah diminta menyiapkan lahan untuk konstruksi. “Lahan sudah diminta untuk siap konstruksi,” imbuh Nanda.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah