KEDIRI, JP Radar Kediri - Rekanan penggarap Jembatan Jongbiru agaknya harus memutar otak ekstrakeras agar proyek yang mereka kerjakan tak terlalu lama molor. Melihat debit air Sungai Brantas yang masih terus tinggi, PT Dwi Mulyo Lestari menurunkan 15 diesel untuk menyedot air di lokasi pemasangan pilar. Dengan cara demikian, satu pilar di sisi utara atau Desa Jabon yang belum terpasang, bisa segera dituntaskan.
Pelaksana Lapangan Pembangunan Jembatan Jongbiru Anugerah Dwi Pamungkas mengakui, tingginya debit air Sungai Brantas di musim penghujan April ini turut mempengaruhi realisasi proyek. Namun, pihaknya terus mengupayakan agar proyek bisa rampung pertengahan Juni nanti.
Hingga kemarin menurut Pamungkas fokus pengerjaan proyek pada pemasangan pilar jembatan di sisi utara atau Desa Jabon. Jika semula pihaknya menggunakan 11 mesin pompa diesel untuk menyedot air Sungai Brantas di lokasi proyek, minggu ini ditambah menjadi 15 diesel. Dengan cara demikian, diharapkan pemasangan pilar yang semula terhambat tingginya debit air sungai bisa teratasi.
Pantauan koran ini kemarin, sejumlah pekerja terlihat menguras air di lokasi pemasangan pilar menggunakan diesel. Mereka berupaya mengeringkan lokasi pemasangan pilar tersebut. Jika nantinya pilar benar-benar sudah terpasang, selanjutnya rekanan bisa memasang bentang atau gelagar jembatan di sisi Desa Jabon. “Setelah pemasangan bentang selesai bisa langsung finishing,” terang Pamungkas.
Lebih jauh Pamungkas menegaskan, sejak Agustus lalu pihaknya terus mengebut pembangunan Jembatan Jongbiru. Jika awalnya debit air Sungai Brantas normal, mereka mulai terhambat saat cuaca ekstrem melanda dan membuat debit air terus meninggi.
Dengan hambatan faktor alam itu, Pamungkas mengaku tidak bisa berbuat banyak. Meski demikian, mereka tetap melakukan berbagai upaya agar penyelesaian pembangunan jembatan tak molor terlalu lama. “Debit air Sungai Brantas yang tinggi itu kiriman dari Blitar dan Tulungagung,” urainya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama mengakui meski pemasangan pilar dikebut tapi penyelesaian Jembatan Jongbiru besar kemungkinan tetap akan molor. “Jabon masih banjir,” jelas Irwan. Belum terpasangnya pilar sisi Jabon hingga kemarin, menurut Irwan otomatis akan membuat pemasangan gelagar dan finishing Jembatan Jongbiru molor.
Seperti diberitakan, Jembatan Jongbiru rusak sejak 2017 lalu. Akibatnya, warga Kota dan Kabupaten Kediri harus memutar dan menempuh jarak hingga tiga kilometer. Alternatif lainnya, mereka harus menyeberang menggunakan perahu tambangan dan membayar ongkos.
Rencana pembangunan jembatan sempat terkatung-katung karena terkait kejelasan status jembatan. Selama ini Jembatan Jongbiru merupakan aset Pabrik Gula Mrican. Setelah terjadi kerusakan parah, jembatan lantas diserahkan pada pemerintah. Namun, penyerahan itu tidak lantas membuat pembangunan bisa langsung dilakukan.
Kejelasan tentang pembangunan Jembatan Jongbiru baru didapat pada 2022 lalu. Saat itu, Bupati Hanindhito Himawan Pramana menegaskan pemkab akan membangun jembatan yang menghubungkan Kota dan Kabupaten Kediri tersebut. Belakangan, ternyata pemerintah pusat bersedia membangun jembatan menggunakan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Jembatan selebar sembilan meter dengan panjang 133,94 meter itu dibangun dengan anggaran Rp 25,46 miliar. Selanjutnya, Pemkab Kediri mendapat tugas melakukan pembebasan tanah untuk pelebaran jalan menuju jembatan. Jika semula jalan Desa Jongbiru hanya sekitar empat meter, diperlebar menjadi tujuh meter.
Pelebaran jalan yang juga menggunakan anggaran pusat itu sudah selesai akhir 2023 lalu. Sedangkan pembangunan Jembatan Jongbiru ditargetkan selesai pada 1 Mei nanti. Kemudian, mulai dioperasionalkan pada 2 Mei. Namun, dengan tingginya debit air Sungai Brantas, pembangunan Jembatan Jongbiru paling cepat baru akan selesai pertengahan Juni nanti.
Operasional Jembatan Jongbiru tidak hanya akan menghubungkan Kota dan Kabupaten Kediri yang selama ini terputus. Melainkan, juga bisa mengurai kemacetan yang selalu terjadi di perempatan Semampir.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah