KEDIRI, JP Radar Kediri - Cuaca ekstrem yang membuat debit air Sungai Brantas naik selama beberapa minggu terakhir, membuat penyelesaian proyek Jembatan Jongbiru terganggu. Dampaknya, proyek yang ditargetkan selesai Mei nanti itu rawan molorakan selesai Juni atau mundur satu bulan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama menyebut, kendala teknis jadi faktor utama yang penyelesaian proyek Jembatan Jongbiru molor. “Targetnya kemungkinan molor di bulan Juni untuk penyelesaiannya,” kata Irwan.
Saat ditanya detail kendala teknis yang dimaksud, Irwan tak menampik jika hal tersebut terkait cuaca ekstrem selama beberpaa minggu terakhir. Intensitas hujan yang tinggi membuat debit air sungai Brantas meningkat. Karenanya, pemasangan tiang penyangga jembatan terhambat. Yakni, untuk sisi Jabon, Banyakan.
Hingga kemarin, menurut Irwan pilar jembatan tersebut belum bisa terpasang karena debit air masih terus tinggi. Meski hampir dipastikan molor, Irwan menegaskan rekanan masih terus berupaya agar pengerjaan Jembatan Jongbiru bisa selesai tepat waktu.
Salah satu indikatornya, setelah sempat libur lebaran, para pekerja mulai aktif lagi. Pantauan koran ini kemarin, sejumlah truk pengangkut material terlihat hilir mudik mengangkut material tanah uruk. Selanjutnya, sejumlah pekerja langsung menurunkan material tersebut di lokasi proyek.
Jika pemasangan satu pilar di sisi Jabon, Banyakan terhambat, untuk sisi Desa Jongbiru tidak ada masalah. Bahkan, gelagar untuk sisi Jongbiru dan separo rangka jembatan juga sudah terpasang. Adapun sisi Jabon masih belum terpasang.
Idealnya, pemasangan gelagar dan rangka jembatan untuk sisi Jabon juga sudah selesai. Namun, dengan belum tuntasnya pemasangan pilar di sana, pemasarangan gelagar dan rangka jembatan belum bisa dilakukan.
Seperti diberitakan, Jembatan Jongbiru yang rusak sejak 2017 lalu. Akibatnya, warga Kota dan Kabupaten Kediri harus memutar dan menempuh jarak hingga tiga kilometer. Alternatif lainnya, mereka harus menyeberang menggunakan perahu dan membayar ongkos.
Pembangunan Jembatan Jongbiru baru mendapat kejelasan sejak 2022 lalu. Saat itu, pemerintah pusat berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran proyek fisiknya. Adapun Pemkab Kediri mendapat tugas pembebasan tanah untuk pelebaran jalan Desa Jongbiru.
Proyek pelebaran jalan yang juga menggunakan anggaran pusat itu telah selesai akhir 2023 lalu. Peran Jembatan Jongbiru senilai Rp 25,46 miliar itu nantinya bukan hanya menghubungkan Kota dan Kabupaten Kediri saja. Melainkan juga menjadi salah satu akses alternatif menuju ke Bandara Dhoho. Operasional jembatan sepanjang 133,94 meter itu sekaligus juga bisa memecah konsentrasi kendaraan dan mengurangi potensi macet di Jembatan Semampir.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah