KEDIRI, JP Radar Kediri - Revitalisasi Pasar Ngadiluwih memang baru akan dilakukan tahun depan. Meski demikian, pasar di wilayah selatan Kabupaten Kediri itu dipastikan akan dibangun lebih megah. Pemkab Kediri menyiapkan anggaran sekitar Rp 30 miliar untuk bisa mengubah Pasar Ngadiluwih seperti Pasar Wates.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan rencana anggaran biaya (RAB) rencana pembangunan pasar tahun depan. “Kemarin (awal April, Red) sudah kami buatkan RAB-nya,” aku Tutik.
Dalam RAB menurut Tutik sudah dirinci seluruh kebutuhan untuk pembangunan pasar. Hasilnya, didapat nilai Rp 30 miliar untuk membangun ulang pasar yang terbakar pada Mei 2022 lalu itu.
Dana senilai puluhan miliar tersebut menurut Tutik sudah sangat besar. Sebab, anggaran untuk pembangunan Pasar Wates saja hanya membutuhkan total Rp 16 miliar. Kenapa anggaran untuk Pasar Ngadiluwih hampir mencapai dua kali lipatnya? Tutik menyebut hal itu karena Pasar Ngadiluwih jauh lebih luas dibanding Pasar Wates.
Selain itu, menurut Tutik pemkab juga berencana membangun Pasar Ngadiluwih lebih megah lagi. Meski, secara konsep akan dibuat hampir sama dengan Pasar Wates. Yakni, pasar modern namun lekat dengan budaya Kediri. “Kami tetap menyesuaikan dengan lingkungan sekitar (Pasar Ngadiluwih, Red),” terang Tutik.
Satu tahun jelang pembangunan, Tutik berharap anggaran yang dibutuhkan itu bisa benar-benar cair tahun depan. Sehingga, pembangunan pasar bisa dimaksimalkan. “Kalau Pasar Wates itu lebih condong pasar semi wisata. Kalau Ngadiluwih akan lebih ke pasar modern,” paparnya.
Seperti diberitakan, di Pasar Ngadiluwih setidaknya ada 435 pedagang yang sudah mengikuti undian penempatan lapak sementara. Mereka merupakan pedagang korban kebakaran tahun 2022 lalu.
Ratusan pedagang tersebut dipastikan tertampung semua di lapak relokasi. Sebab, disdag sudah menyiapkan 442 lapak. Tutik memastikan, 435 pedagang di Pasar Ngadiluwih menjual berbagai jenis dagangan. Meski demikian, yang paling banyak adalah pedagang sayur-mayur yang mencapai 84 orang.
Sisanya, ada 38 pedagang daging, 41 pedagang kelontong. Selebihnya merupakan pedagang campuran seperti buah, pakaian, gerabah, dan berbagai jenis dagangan lainnya.
Pascapengundian kios Januari lalu, Tutik meminta pedagang segera pindah ke tempat relokasi sementara. Pemindahan dilakukan hingga batas maksimal pertengahan Maret lalu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah