KEDIRI, JP Radar Kediri - Jatah libur Lebaran 2024 sudah hampir habis. Tak ayal, para pemudik di Kediri Raya mulai berbondong-bondong meninggalkan kampung halaman.Bahkan, tercatat ribuan penumpang membanjiri Stasiun Kereta Api (KA) Kediri dari kemarin pagi.
“Hari ini merupakan puncak arus balik dari Stasiun Kediri,” aku Kepala Stasiun KA Kediri Daniel Yuniarta saat ditemui kemarin siang.
Daniel menjelaskan bahwa jumlah penumpang dalam puncak arus balik ini 2380. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari penumpang KA jarak jauh dan dekat. “Untuk jarak jauh totalnya ada 1205 penumpang dan jarak dekat 1175 penumpang,” terangnya.
Pihaknya mengakui adanya lonjakan penumpang yang signifikan. Terutama jika dibandingkan dengan jumlah penumpang harian. Untuk menampung mengakomodir hal itu, pihaknya mengerahkan 26 KA jarak jauh dan 12 KA jarak dekat selama momen lebaran ini.
Kepadatan di Stasiun KA Kediri dengan mudah dijumpai. Itu terlihat sejak dari ruang tunggu hingga peron. Para penumpang juga nampak membawa beragam barang bawaan di tas besar maupun kardus bekas. Seperti halnya Fatimah, 35, salah seorang penumpang. Warga Mojoroto ini memilih balik ke peraduan menggunakan KA Kahuripan.
“Ini saya kembali mau kembali ke Bandung setelah liburan lebaran di Kediri,” cerita Fatimah. Menurutnya, mudik dengan KA memang seakan sudah menjadi tradisi. Salah satu alasannya karena harga tiket yang relatif terjangkau. Selain itu, dia juga mudik dengan KA tidak perlu bermacet-macetan. Kondisi ini berbeda jika dibandingkan dengan para pemudik yang memilih balik mengendarai roda dua maupun empat. Pasalnya, mereka harus melewati kepadatan lalu lintas (lalin) di beberapa titik rawan kemacetan di Kediri Raya.
Salah satunya seperti yang terjadi di simpang tiga Kandangan. Kemacetan mengular hingga sejauh dua kilometer (km). Bahkan, kondisi ini sudah berlangsung sejak pukul 08.00 WIB. Penumpukan kendaraankian parah menjelang tengah hari.
Penumpukan kendaraan terjadi di dua titik. Yaitu dari arah Pare dan Jombang. Sedangkan dari arah Malang nyaris tidak ada penumpukan kendaraan. Penumpukan kendaraan paling parah terjadi dari arah Pare. Kendaraan mengular hingga lebih dari 2 km. Mulai dari depan Balai Desa Damarwulan hingga menuju ke pertigaan Kandangan. Sedangkan penumpukan kendaraan dari arah Jombang hanya sejauh 1,3 km. Mulai SPBU Kandangan hingga menuju ke pertigaan Kandangan.
“Dari prediksi Satlantas arus balik terjadi pada H+2 dan H+3 hari raya,” terang Kasatlantas Polres Kediri AKP Suryono kepada koran ini.
Suryono mengatakan jika arus balik diprediksi terjadi selama dua hari. Yaitu pada Sabtu (13/4) dan Minggu (14/4). Prediksi tersebut dilihat dari cuti bersama yang berakhir pada hari ini (15/4). Hal serupa juga terjadi di simpang empat Papar dan simpang empat Mengkreng. Di Papar, penumpukan kendaraan terjadi keempat sisi kemarin siang. Dari arah utara kepadatan sempat terjadi sepanjang 600 meter. Dari arah timur sepanjang 500 meter. Dari arah selatan sepanjang 400 meter. Lalu, kepadatan dari arah barat mencapai 1,2 km.
Untuk mengurai kemacetan, Pengendali Pos Pam Papar Budi Winaryanto menerapkan rekayasa lalu lintas. Rekayasa lalu lintas tersebut berupa buka tutup simpang empat Papar yang diberlakukan secara kondisional. Selain itu pihaknya juga berkoordinasi dengan Dishub Kabupaten Kediri untuk mengatur waktu traffic light.
“Kalau di Mengkreng arus lalu lintas landai, jalur menuju utara kami buka,” jawabnya. Menurut Budi arus lalin di simpang empat Papar ramai lancar. Terlebih jika dibandingkan pada Sabtu (13/4). Arus lalin padat hingga pukul 22.00 WIB.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah