Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pj Gubernur Jatim Minta Sebanyak 14 Pemda untuk Melakukan Perjalanan Dinas Lewat Bandara Dhoho Kediri

Karen Wibi • Minggu, 7 April 2024 | 16:22 WIB
HARUS RAMAI: Sejumlah pejabat saat meninjau kesiapan Bandara Dhoho Kediri
HARUS RAMAI: Sejumlah pejabat saat meninjau kesiapan Bandara Dhoho Kediri

KEDIRI, JP Radar Kediri - Sebanyak 14 pemerintah daerah (pemda) di wilayah Mataraman harus ikut menghidupkan Bandara Dhoho.

Caranya, perjalanan dinas lewat udara yang dilakukan kepala daerah dan aparatur sipil negara (ASN) diimbau lewat Bandara Dhoho. Hal tersebut sesuai pernyataan Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono melalui surat edaran (SE) yang diterbitkan Jumat (5/4) lalu.

Sebanyak 14 daerah yang diajak menghidupkan Bandara Dhoho mulai dari Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Jombang, hingga daerah di eks Karesidenan Kediri dan Madiun.

Yakni, Kota dan Kabupaten Kediri, Kota dan Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Trenggalek. Kemudian, Kota dan Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Pacitan

Ada empat poin yang ditekankan oleh Adhy Karyono untuk menghidupkan Bandara Dhoho. Selain mengimbau perjalanan pesawat lewat Bandara Dhoho, pemda juga diminta membantu publikasi operasional bandara. Selanjutnya, pemda di sekitar bandara juga harus mengoptimalkan pengolahan destinasi wisata dan event wisata lokal di daerah.

Terakhir, gubernur akan Menyusun nota kesepakatan bersama atau memorandum of understanding (MoU). Yakni terkait penggunaan Bandara Dhoho sebagai sarana transportasi udara untuk perjalanan dinas tersebut. Pertimbangannya untuk efisiensi mobilitas dan anggaran.

Dikonfirmasi terkait SE dari Pj Gubernur Jatim, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri Mohamad Solikin mengatakan surat tersebut merupakan hasil dari sejumlah rapat pemda bersama dengan Pemprov Jatim. “Itu (SE, Red) hasil diskusi panjang yang sudah dilakukan sejak lama. Tujuannya agar bandara terus hidup dan berdampak bagi masyarakat,” kata Solikin.

Pekerjaan rumah (PR) menghidupkan bandara ini menurut Solikin cukup berat. Namun, jika semua pihak mau bekerja sama memberikan dukungan, menurutnya Bandara Dhoho akan lebih cepat berkembang. “Alhamdulillah semua daerah di Selingkar Wilis menyetujui (melakukan perjalanan dinas lewat bandara, Red),” terang Solikin.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Adi Suwignyo yang dikonfirmasi terkait pengembangan sektor pariwisata menyebut, pariwisata memang menjadi salah satu daya tarik yang bisa ikut mengembangkan bandara.

Meski demikian, menurutnya tak cukup Pemkab Kediri saja yang bekerja. Melainkan seluruh daerah di wilayah selatan Jatim harus melakukan hal yang sama. “Daerah di Selingkar Wilis harus kompak agar Bandara Kediri bisa jadi pintu masuk bagi banyak wisatawan. Tidak hanya wisatawan domestik, namun juga internasional,” paparnya.

Sesuai imbauan gubernur, setiap daerah di Selingkar Wilis harus memiliki daya tarik di sektor pariwisata. Terutama, pariwisata yang khas di daerah mereka. “Kabupaten Kediri mengunggulkan wisata alamnya,” imbuh pria yang akrap disapa Wignyo ini.
Mulai dari Gunung Kelud, Gunung Wilis, Air Terjun Dolo, dan masih banyak yang lainnya.

“Kami dan 13 daerah lain juga akan mengadakan event wisata tahunan untuk menarik wisatawan,” jelasnya sembari menyebut untuk konsep event masih terus digodok hingga minggu pertama April ini.

Senada dengan Wignyo, Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto menuturkan jika salah satu kunci pengembangan Bandara Kediri adalah pengembangan pariwisata. “Sekarang yang harus dipikirkan itu Kabupaten Kediri itu mau dibawa kemana? Kalau wisata ya wisata seperti apa?” papar Dodi dengan nada tanya.

Selain sektor pariwisata, Dodi juga mengingatkan soal pembangunan infrastruktur penunjang bandara. Salah satunya akses jalan menuju ke bandara. Sebab, berdasar pengamatannya, akses jalan menuju ke bandara masih jauh dari kata bagus. “Semoga Tol Kediri-Tulungagung dan Kediri-Kertosono juga dapat segera dirampungkan,” harapnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kabupaten kediri #bandara kediri #bandara dhoho