KEDIRI, JP Radar Kediri - Bandara Dhoho resmi beroperasi pada Jumat (5/4). Inaugural flight atau penerbangan perdana dari Bandara International Soekarno-Hatta Cengkareng ke Bandara Dhoho berlangsung lancar.
Citilink yang menjadi maskapai pembuka rute pertama optimistis dalam enam bulan ke depan bisa menambah jadwal terbang ke Jakarta.
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama (Dirut) Citilink Dewa Kadek Rai, sesaat sebelum penerbangan perdana kemarin pagi di Jakarta. Belajar dari pembukaan rute penerbangan di daerah lain, Dewa optimistis dalam enam bulan ke depan penerbangan di Kediri bisa lebih sering lagi.
Jika saat ini baru dilakukan dua kali dalam seminggu, tidak menutup kemungkinan ke depan bisa setiap hari.
“Bahkan bisa lebih dari sekali dalam sehari,” kata Dewa usai berbincang dengan Sekretaris Daerah (Sekda) M. Solikin, Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto, dan beberapa anggota dewan lainnya.
Lebih jauh Dewa mengungkapkan, potensi penumpang yang akan bepergian menggunakan pesawat di Kediri sangat besar. Selain ke Jakarta, masyarakat juga membutuhkan moda transportasi pesawat ke Kalimantan dan beberapa daerah lainnya.
Karena itu pula, dengan dukungan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya, Dewa optimistis rute Kediri akan lebih baik lagi dalam enam bulan ke depan. “Bahkan bisa lebih cepat atas dukungan seluruh pemda dan stakeholder. Mungkin bisa tiga bulan,” paparnya.
Dewa menegaskan, Citilink sebagai maskapai nasional sengaja membuka rute Jakarta-Kediri untuk membangun konektivitas antar-daerah. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi akan meningkat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
“Intinya kami mendukung program pemerintah untuk membangun konektivitas antar-daerah,” terang Dewa terkait keberanian maskapainya membuka rute penerbangan di Kediri.
Pantauan media ini kemarin, pesawat yang take off dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pukul 08.10 itu mendarat tepat pukul 09.40 atau sesuai jadwal. Begitu landing di runway bandara, pesawat Airbus 320 yang mengangkut 175 penumpang itu langsung disambut dengan tradisi water salut.
Dua unit mobil petugas memadamkan kebakaran (PMK) yang sejak awal bersiaga di gate 3, langsung menyemprotkan air dari sisi kanan dan kiri secara bersamaan. Sejurus kemudian, penumpang masuk ke terminal kedatangan dengan melewati garbarata.
Di ujung garbarata, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama Direktur PT Surya Dhoho Investama (SDhI) Maksin Arisandi, dan General Manager (GM) PT Angkasa Pura I Bandara Kediri I Nyoman Noer Rohim menyambut penumpang dengan menyalami mereka.
Penumpang yang berada di urutan paling depan juga mendapat kalungan bunga dari Bupati Dhito. “Selamat datang. Alhamdulillah penerbangannya lancar ya,” sapa Dhito.
Ratusan penumpang itu lantas diarahkan untuk mengambil bagasi di kawasan terminal kedatangan. Momentum operasional bandara tak disia-siakan oleh mereka. Hampir semua penumpang menyempatkan diri untuk berfoto di terminal kedatangan. Hiasan dinding bergambar sejarah Kediri menjadi spot paling favorit.
Melihat antusiasme penumpang, GM PT Angkasa Pura I Bandara Kediri I Nyoman Noer Rohim mengaku senang. Meski hanya ada 175 penumpang yang mengikuti penerbangan perdana kemarin, sebanyak 180 tiket pesawat sudah habis terjual.
“Kabupaten Kediri ternyata memiliki pasar yang cukup bagus. Semoga maskapai yang lainnya dapat segera menyusul Citilink,” terangnya sembari menyebut Batik Air dan Super Air Jet sedang menyiapkan rute penerbangan di Bandara Dhoho.
Untuk diketahui, pesawat Airbus 320 Citilink kemarin hanya punya waktu sekitar 30 menit untuk melakukan ground handling atau persiapan penerbangan selanjutnya. Sebab, pada pukul 10.20 mereka langsung bertolak ke Jakarta dan dijadwalkan tiba pukul 11.50. “Kalau untuk menuju ke Jakarta hanya terpesan setengahnya. Sekitar 90-an penumpang,” urai Nyoman.
Seperti diberitakan, setelah penerbangan perdana kemarin, Bandara Dhoho akan melayani penerbangan dua kali dalam seminggu. Yakni, pada hari Selasa dan Sabtu.
Untuk hari Selasa, penerbangan akan dilakukan dari Jakarta terlebih dahulu. Yaitu, berangkat pukul 08.40 dan tiba di Kediri pada pukul 10.10. Sedangkan perjalanan dari Kediri akan dimulai pukul 10.50. Selanjutnya, dijadwalkan tiba di Jakarta pukul 12.20.
Khusus untuk hari Sabtu akan dimulai lebih pagi. Perjalanan dari Jakarta dimulai pukul 05.50 dan tiba di Kediri pukul 07.20. Sedangkan rute sebaliknya berangkat pukul 08.00, dijadwalkan tiba di Jakarta pukul 09.30.
Sementara itu, terkait operasional Bandara Dhoho kemarin, Bupati Dhito yang memantau penerbangan mengaku senang karena semua berjalan lancar. Setelah bandara beroperasi, menurutnya pemkab akan fokus ke hal lain. Terutama, menyiapkan sarana dan prasarana (sarpras) penunjang bandara.
Mulai pembangunan jembatan, jalan tol, hingga jalan non-tol.
Pemenuhan sarpras itu menurut Dhito sangat penting. Sebab, mereka memiliki target untuk membuka penerbangan internasional. Terutama untuk pelayanan haji dan umrah ke depannya. “Target tersebut tidak akan tercapai jika sarpras penunjang tidak ada,” sambungnya.
Dhito berharap, Bandara Dhoho tidak hanya bermandaat bagi warga Kediri Raya. Melainkan juga bagi belasan kabupaten atau kota di daerah Mataraman. “Semoga dengan kolaborasi yang baik dengan daerah sekitar dapat menjadikan bandara sebagai episentrum baru di daerah Jawa Timur,” tandasnya.
*7 Moda Transportasi Berebut Cuan Bandar Udara*
Bersamaan dengan beroperasinya Bandara Dhoho kemarin, moda transportasi bandara juga mulai melayani penumpang. Sedikitnya ada tujuh moda transportasi yang siap melayani kebutuhan penumpang dan berbagai aktivitas di bandara.
Penyedia jasa transportasi tersebut mulai dari Grab, Gojek, Maxim, Bluebird, Trac, Damri, hingga Harapan Jaya. Tiap perusahaan transportasi itu menyediakan jumlah armada yang bervariasi. Misalnya, Damri menyediakan dua unit bus, Harapan Jaya lima unit bus. Kemudian, Bluebird lima unit mobil, Grab 10 mobil, dan Maxim 11 mobil.
Puluhan kendaraan tersebut terparkir di depan terminal umum bandara. Lokasi titik penjemputannya juga sangat dekat dengan terminal kedatangan. Jaraknya kurang dari 100 meter.
Kabid Pengembangan Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri Yudha Nur Ari mengatakan, sejumlah penyedia jasa transportasi tersebut sudah merampungkan pengurusan izinnya. Mulai dari bus, taksi, hingga ojek online. “Mulai beroperasi hari ini (kemarin, Red),” kata Yudha.
Lebih jauh Yudha menjelaskan, penyedia transportasi tersebut memiliki rute yang berbeda-beda. Terutama untuk Damri dan Harapan Jaya. Bus Damri membuka dua rute. Yaitu, Bandara Kediri-Terminal Gayatri dan Bandara Kediri-Terminal Pare.
Sedangkan Bus Harapan Jaya membuka tiga rute. Yaitu Bandara Kediri-Terminal Gayatri, Bandara Kediri-Terminal Pare, dan Bandara Kediri-Terminal Anjuk Ladang.
“Untuk taksi dan transportasi online menyesuaikan tujuan penumpang masing-masing,” terangnya.
Terkait operasional tiap moda transportasi menurutnya ditentukan oleh masing-masing pengelola. Dengan belum adanya penerbangan regular tiap hari, ada penyedia transportasi yang hanya beroperasi sesuai jadwal penerbangan. Ada pula yang beroperasi setiap hari.
Terpisah Widya Febiola, Marketing Grab menyebut jadwal operasi mitra Grab di sana tidak setiap hari. Melainkan menyesuaikan jadwal penerbangan atau setiap Selasa dan Sabtu saja. “Untuk saat ini kami masih menyesuaikan dengan jadwal penerbangan,” ujarnya.
Berbeda dengan Grab, transportasi online Maxim memilih untuk beroperasi setiap hari di Bandara Kediri. Marketing Maxim Puji Rahayu menyebut pihaknya tetap beroperasi meski tidak ada penerbangan di bandara. “Karena kami memiliki sumber daya, jadi kami akan buka setiap hari,” jelasnya.