KEDIRI, JP Radar Kediri— Menjelang arus mudik, pemeriksaan kesiapan transportasi umum semakin digencarkan. Seperti kemarin, belasan bus menjalani pemeriksaan di Terminal Tamanan Kota Kediri. Hasilnya, petugas mendapati adanya ban yang tipis hingga bus melanggar trayek.
Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Andhini Puspa Nugraha mengatakan, kegiatan Ramp Check itu dilakukan dalam rangka menyambut mudik Lebaran. Dengan begitu, bus yang melintas dipastikan dalam kondisi layak jalan. Serta, tetap mengutamakan keselamatan penumpang.
“Kami juga melakukan tes urine kepada driver dan kernet masing-masing angkutan umum yang melintas di wilayah Kota Kediri. Dengan tujuan memastikan driver dan kernet tidak dalam pengaruh alkohol,” ujar Andhini.
Selain mengecek kelayakan fisik kendaraan, tim gabungan juga mengecek kelengkapan surat berkendara. Sedikitnya 12 bus—baik bus antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun antarkota antarprovinsi (AKAP)—menjalani pemeriksaan.
Hasilnya, beberapa bus mendapat catatan khusus dari tim pemeriksa. Di sana, ditemui bus dengan kondisi fisik yang membutuhkan perbaikan. Seperti wiper yang rusak, ban yang menipis, hingga tutup tangki bahan bakar yang tidak sesuai peruntukannya.
Selain itu, satu bus mendapat peringatan khusus. Itu karena bus AKAP tersebut kedapatan melanggar kartu pengawasan (KPS). Yakni, dengan keluar dari trayek yang seharusnya.
“Ini seharusnya lewat jalur timur dari Blitar-Malang-Surabaya. Tidak ada jalur di Kediri. Tapi ini lewat jalur barat masuk Kediri. Sehingga merugikan angkutan lain yang memang seharusnya lewat sini,” ujar Anton Wahyu, salah satu penyidik pegawai negeri sipil Terminal Tamanan terkait bus jurusan Blitar-Bali yang kemarin mendapatkan surat peringatan.
Kepala UPT Terminal Tipe A Tamanan Kota Kediri Dukut Siswantoyo mengatakan, bus yang tidak memenuhi standar akan diberi surat peringatan. “Seperti kalau ban belakang itu masih boleh. Tapi kalau depan, nggak boleh. Kalau sekiranya parah dan membahayakan, langsung kami berikan berita acara larangan operasional,” tandasnya.
Dukut menambahkan, dalam sehari, rata-rata sebanyak 300 armada bus singgah di Terminal Tamanan. Itu terdiri dari bus AKAP maupun AKDP. Selama arus mudik dan balik, penambahan armada kendaraan umum akan dilakukan secara kondisional.
“Kalau penumpang menunggu terlalu lama, biasanya kita koordinasi dengan PO (perusahaan otobus, Red) untuk segera memberangkatkan busnya,” ucapnya.
Sementara itu, persiapan arus mudik tidak hanya menyasar moda transportasi bus saja. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri Didik Catur mengatakan, sektor kereta api juga menghadirkan armada tambahan. Sebanyak enam kereta api tambahan akan beroperasi selama 31 Maret – 21 April 2024.
Untuk mengantisipasi penambahan kepadatan kendaraan, pihaknya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas. Titik rawan kepadatan antara lain di Simpang Empat Jetis, Simpang Empat Mrican, serta di Alun-Alun Kota Kediri.
“Jadi kalau memang ada peningkatan kita arahkan dengan skema buka tutup. Seperti yang ada di Jalan PB Sudirman atau ujung Jalan Dhoho itu dengan skema buka tutup kalau memang ada peningkatan kendaraan yang lewat di Jalan PB Sudirman maupun dari arah Jalan Dhoho,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah