Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kediri: Panitia Ambil Air Tujuh Sumber untuk Ritual Pembasuhan

Karen Wibi • Kamis, 7 Maret 2024 | 18:08 WIB
RITUAL: Sesepuh Desa Panjer mengambil air di sumber Panjer.
RITUAL: Sesepuh Desa Panjer mengambil air di sumber Panjer.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1220 dimulai kemarin (6/3). Dinas pariwisata dan kebudayaan (disparbud) mengambil air dari tujuh sumber di Bumi Panjalu yang akan digunakan untuk ritual pembasuhan. Acara yang rutin digelar setahun sekali itu disambut antusias warga setempat.

Seperti saat panitia mengambil air di sumber area situs Adipati Panjer, Desa Panjer, Kecamatan Plosoklaten. Warga menyemut di pinggir jalan menuju kawasan situs untuk menyaksikan pawai. Keberadaan penari barong hingga tumpeng raksasa yang berisi berbagai jenis hasil bumi hingga nasi tumpeng, jadi daya pikat masyarakat

“Pengambilan air di tujuh sumber di Kabupaten Kediri ini jadi permulaan dari seluruh rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kediri,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Diparbud) Kabupaten Kediri Adi Suwignyo.

Pantauan koran ini, rangkaian pengambilan air suci dimulai sekitar pukul 08.00. Setelah arak-arakan sampai di kawasan sumber, mereka berhenti di petilasan Adipati Panjer.

Selanjutnya, para sesepuh desa mengambil air di aliran sungai sekitar situs menggunakan gayung dari batok kelapa. Air lantas dimasukkan ke dalam kendi yang juga jadi tempat penyimpanan air dari enam sumber lainnya. Ritual pengambilan air ditutup dengan doa bersama.

Ritual diakhiri dengan rebutan tumpeng hasil bumi yang sudah diarak keliling desa. Terkait pengambilan air dari tujuh sumber, menurut Adi Suwignyo memiliki arti khusus. “Tujuh sumber atau di dalam bahasa Jawa pitu. Bisa diartikan sebagai pitulungan,” lanjut pria yang akrab disapa Wignyo itu.

Selain dari sumber situs Adipati Panjer, air diambil dari Sumber Ubalan, Sumber Sugihwaras, Sumur Makam Gus Miek, Sumber Kembangan, Sendang Tirta Kamandanu, dan Sungai Harinjing.

Dari tujuh sumber tersebut, menurut Wignyo ada dua sumber yang wajib diambil airnya setiap ritual peringatan Hari Jadi. Yakni, Sendang Tirta Kamandanu dan Sungai Harinjing. Adapun lima lainnya diambil dari sejumlah sumber di Kabupaten Kediri secara bergiliran.

“Seperti di Situs Adipati Panjer ini baru yang pertama kali dilakukan pengambilan air,” terangnya sembari menyebut pengambilan air kali terakhir dilakukan di sungai Harinjing.

Dikatakan Wignyo, air dari tujuh sumber itu akan digunakan untuk ritual pembasuhan oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. “Jadi tujuannya agar air dari tujuh sumber itu bisa jadi pitulungan bagi pemimpin Kabupaten Kediri,” jelas Wignyo sembari menyebut pihaknya sudah menjadwalkan ritual pembasuhan saat puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri nanti.

Sementara itu, Kepala Desa Panjer Suhadi menyebut sumber di Situs Adipati Panjer dipercaya keramat oleh warga sekitar. Setiap ada acara penting, warga juga biasa menggelar selamatan di sana. “Selamatan itu digunakan sebagai ucapan syukur kepada Adipati Panjer yang mbabat alas di tempat ini,” urainya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kabupaten kediri #ritual #hari jadi