KEDIRI, JP Radar Kediri- Ancaman serangan hama mulai dirasakan oleh beberapa petani padi di Kota Tahu. Beberapa potensi hama tersebut adalah wereng batang coklat dan ulat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri M. Ridwan mengatakan, hama wereng mulai ditemui di beberapa wilayah. Pihaknya pun mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap hama yang menyerang batang padi itu.
“Sementara di wilayah Kelurahan Sukorame dan Balowerti,” ujarnya terkait temuan hama di beberapa bidang sawah yang menyebabkan batang padi berubah kering dan kecoklatan itu.
Menanggapi hal itu, pihaknya mulai melakukan upaya pengendalian hama. Salah satunya dengan melibatkan penyuluh pertanian di wilayah-wilayah masing-masing. “Secara masif kami adakan tindakan kewaspadaan dini serta penanganan bagi lahan yang didapati wereng batang coklat,” ucapnya.
Adapun masa tanam padi serentak mulai banyak ditemui di Kota Kediri. Salah satunya di Kelurahan Bujel, Mojoroto. Mahfud, salah satu petani di Kelurahan Bujel mengatakan hama ulat yang justru banyak menyerang pertaniannnya.
“Kalau di sekitar sini (Kelurahan Bujel, Red) hampir nggak ada kalau wereng. Yang ada ulat dan burung,” aku Mahfud.
Terlebih dengan cuaca yang didominasi mendung dan hujan seperti saat ini. Menurutnya populasi ulat di sawah meningkat. “Kalau mendung-mendung begini kan memang memicu ulat. Tapi kalau ulat itu nggak lama siklusnya. Tapi merusak daunnya,” tuturnya.
Sementara itu, masa tanam serentak cukup meminimalisir serangan hama burung di lahan pertanian padi. Sebab—lanjut Mahfud—dampak serangan hama burung cenderung kecil jika jenis tanaman yang ditanam sama. Khususnya di satu kawasan pertanian.
“Berbeda dengan tahun lalu. Waktu itu saya ketinggalan dua bulan tanamnya. Yang lainnya sudah panen, saya belum. Akhirnya ke sini semua hama burungnya,” ungkapnya. Mahfud juga menyebut, burung dan ulat tetap termasuk hama yang diwaspadainya di masa tanam tahun ini.
Sebelumnya diberitakan, kenaikan harga beras mendorong pemerintah berupaya menciptakan kestabilan pasokan dan harga di masyarakat. Selain melalui gerakan pangan dan pasar murah beras, memaksimalkan hasil panen dalam negeri juga diupayakan. Khususnya menyambut masa panen raya yang diperkirakan jatuh mulai April 2024.
Ridwan menyebut, Pemkot Kediri terus mengawal pertanian pangan lokal. Salah satunya agar terhindar dari hama maupun bencana penyebab gagal panen seperti banjir. Termasuk dengan menekan penyebaran hama wereng batang coklat yang tengah terjadi di beberapa wilayah Kota Kediri.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah