KEDIRI, JP Radar Kediri- Memasuki puncak musim penghujan, temuan kasus demam berdarah dengue (DBD) meningkat. Selama Januari-Februari, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri mencatat temuan kasusnya mencapai 20 orang. Temuan bulan lalu meningkat cukup signifikan dari Januari 2024 dengan total delapan kasus.
Peningkatan kasus penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti ini tak bisa dilepaskan dari faktor perubahan cuaca. Di puncak musim penghujan seperti saat ini, perkembangbiakan nyamuk meningkat signifikan.
“Penyuluhan dan edukasi pada masyarakat untuk terus melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk, Red) secara serentak dan berkesinambungan terus kami lakukan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kediri Hendik Suprianto.
Penyakit ini juga dikenal bisa merenggut jiwa jika tak segera diatasi. Oleh sebab itu, dia mengimbau masyarakat waspada dan memahami deteksi dini terhadap gejala DBD. “Segera bawa ke puskesmas atau rumah sakit, jangan sampai terlambat,” pesannya.
Baca Juga: BPN Masih Harus Bebaskan 19 Hektare Lahan untuk Proyek Tol Kediri-Tulungagung di Kota Kediri
Sebelumnya, Hendik juga menyampaikan adanya anomali dari kemunculan kasus DBD tahun ini. Pada umumnya, kasus DBD cenderung mengalami tren penurunan pada Januari. Sebab, puncak kasus biasanya terjadi selama Oktober-November, atau, pada puncak musim hujan.
Namun, karena adanya anomali cuaca, musim penghujan pun mengalami pergeseran. Alhasil, lonjakan kasusnya baru terjadi mulai Januari lalu. “Tahun sebelumnya, Januari saja ada sekitar 20-an kasus,” kata Hendik.
Untuk itu, pihaknya mendorong masyarakat agar menerapkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan masing-masing. Dengan begitu, potensi kenaikan kasus bisa ditekan.
Baca Juga: Produksi Padi 10 Ribu Ton di Kabupaten Kediri Tak Bisa Redam Kenaikan Harga Beras
“Kami juga melakukan penyelidikan epidemiologi dan fogging focus bisa ada penularan DBD. Setiap ada kasus, kita lakukan PE (penyelidikan epidemiologi, Red) dan fogging,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah