Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ada Pedagang yang Jual Mahal Beras SPHP di Pasar, Bulog Kediri Beri Sanksi

Ayu Ismawati • Sabtu, 2 Maret 2024 | 19:05 WIB
MENGULAR: Ratusan warga antre untuk bisa membeli beras murah di Kelurahan Banjarmlati, Mojoroto, Kota Kediri.
MENGULAR: Ratusan warga antre untuk bisa membeli beras murah di Kelurahan Banjarmlati, Mojoroto, Kota Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Sejumlah pedagang di Pasar Setonobetek yang tepergok menjual beras stabilitasai pasokan dan harga pangan (SPHP) dengan harga mahal mendapat sanksi.

Pasokan beras dari Perum Bulog Kediri itu dikurangi. Meski, hingga saat ini permintaan beras murah itu masih sangat tinggi.

Seperti diakui Ya, salah satu pedagang kelontong di Pasar Setonobetek. Sebelumnya dia mendapat pasokan 22 karung beras dari Perum Bulog. Namun, Kamis (29/2) lalu dia hanya mendapat kiriman 18 karung atau setara 900 kilogram. “Padahal ini permintaan beras (SPHP, Red) masih tinggi,” kata Ya.

Idealnya, beras SPHP memang dijual Rp 10.900 per kilogram (kg). Namun, Ya menjual seharga Rp 11 ribu atau lebih mahal Rp 100. Dia mengaku menaikkan Rp 100 karena karung kemasan 50 kilogram itu seringkali beratnya kurang saat ditimbang di pedagang.

Karenanya, agar tak merugi dia terpaksa menaikkan Rp 100 per kilogram. “Ini masih wajar. Ada pedagang lain yang menjual Rp 11.500 juga,” lanjut Ya mensinyalir pengurangan pasokan karena banyak pedagang yang menjual jauh di atas HET.

Untuk diketahui, hingga kemarin harga beras non-SPHP masih tinggi. Beras medium dibanderol Rp 14.500 per kg hingga Rp 15 ribu per kg. Sedangkan beras premium Rp 15.500 per kg hingga Rp 16 ribu per kg.

Lebih jauh Ya menjelaskan, pengiriman beras SPHP memang belum mampu menurunkan harga beras di pasaran. Namun, beras murah dari pemerintah itu berhasil mengganjal agar harga tidak terus melambung tinggi.

Terpisah, Kepala Perum Bulog Cabang Kediri Imam Mahdi yang dikonfirmasi terkait pengurangan alokasi beras SPHP kepada pengecer itu merupakan bentuk sanksi. Sebab, pedagang menjual beras SPHP di atas HET.

“Sesuai ketentuan dan surat pernyataan yang telah ditandatangani pedagang. Berupa pengurangan kuantum,” ujar Imam.

Tak hanya itu, pedagang yang curang juga bisa terancam di-blacklist. Mereka juga bisa dihapus dari daftar pedagang pengecer beras SPHP jika tetap melanggar aturan.

“Kami mengimbau seluruh pedagang pengecer beras SPHP agar menjual beras ke masyarakat akhir dengan harga maksimal di HET medium. Yaitu Rp 54.500 per sak kemasan 5kg atau Rp 10.900 per kilogram,” tegasnya.

Terkait beras SPHP 50 kilogram yang dikeluhkan susut beratnya selama distribusi, menurutnya itu juga menjadi bahan evaluasi. Bagi pedagang yang menjual sedikit di atas HET dengan alasan tersebut, untuk sementara tidak akan di-blacklist. Melainkan akan menjadi pertimbangan evaluasi. “Distribusi beras SPHP dengan kemasan 50 kilogram sedang kami evaluasi terkait kendalanya,” terangnya.

Sementara itu, kemarin operasi pasar murah komoditas beras kembali digelar. Di Kantor Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, ratusan warga membanjiri gelaran pasar murah. Penjabat (Pj) Wali Kota Kediri Zanariah juga melakukan peninjauan. Dia menyerahkan secara langsung beras kepada masyarakat yang dijual dengan harga Rp 52 ribu/5kg untuk beras SPHP. Serta Rp 68 ribu/5kg untuk beras premium.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#harga beras #SPHP #beras