KEDIRI, JP Radar Kediri — Tak hanya mempercepat target pembebasan tanah untuk Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) di tahap I, pengadaan tanah tahap II juga terus bergulir. Panitia mempercepat proses untuk membebaskan akses menuju ke Bandara Dhoho tersebut.
Untuk diketahui, pembebasan tanah tahap II mencakup luasan di penetapan lokasi (penlok) tahap II. Khususnya jalan tol yang menjadi akses Bandara Dhoho. Seperti halnya pengadaan di tahap I, pembebasan tanah ini harus tuntas sebelum fisik dimulai pada April-Mei nanti
Sebelumnya, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Kediri-Tulungagung selesai dibentuk Selasa (27/2) lalu di Jakarta. Dalam pertemuan itu juga diumumkan bahwa konstruksi Tol Kediri-Tulungagung untuk akses bandara akan mulai dilaksanakan pada kuartal II 2024. Namun, hingga kemarin pembebasan tanah ruas menuju bandar udara masih belum tuntas. Setidaknya masih ada belasan hektare yang menjadi pekerjaan rumah (PR).
Kepala BPN Kota Kediri Jany Danny Assa melalui Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Tutur Pamuji mengatakan, pihaknya secara paralel terus memproses kedua tahap pengadaan tanah itu. Jika dari penlok tahap I sudah ratusan bidang yang terbayarkan, menurutnya pengadaan tanah tahap II juga terus dikebut.
Salah satunya dengan mengadakan sosialisasi tahap pelaksanaan di kelurahan terdampak. Tahap itu dilakukan setelah pemasangan patok right of way (RoW) selesai dipasang untuk ruas Kota Kediri. “Sosialisasinya terkait pemberkasannya dan mulai pengukuran. Bahwa setiap warga terdampak harus memasang tanda batasnya dan diketahui oleh masing-masing tetangga yang berbatasan,” jelasnya sembari menyebut sosialisasi akan dilakukan bulan ini.
Dengan begitu, tahapan pelaksanaan pengadaan tanah untuk penlok tahap II ini sama seperti penlok tahap I. Pengadaan tanah untuk mengakomodasi kekurangan lahan di kiri dan kanan trase tol itu juga akan memprioritaskan empat kelurahan akses bandara. Yakni, Kelurahan Semampir di Kecamatan Kota. Serta, Kelurahan Mojoroto, Gayam, dan Bujel di Kecamatan Mojoroto.
“Kemudian warga juga harus menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan. Antara lain formulir dari kantor, SPPT PBB, KTP, dan KK,” lanjutnya.
Setelah tahap sosialisasi pelaksanaan pengadaan tanah, pengambilan data fisik akan mulai dilakukan. Dalam hal ini, BPN Kota Kediri akan melakukan pengukuran di tanah-tanah terdampak tol. “Pengukuran di lapangan akan didampingi TPT (tim pengadaan tanah jalan Tol Kediri-Tulungagung, Red), kelurahan, warga, dan tetangga yang berbatasan. Kalau pengukuran sudah selesai, nanti baru terbit PBT (peta bidang tanah, Red). Setelah itu, baru pemberkasan yuridis,” tandasnya.
Seperti diberitakan, dari empat kelurahan yang terdampak akses bandara di Kota Kediri, baru tiga kelurahan yang sudah mulai dibayarkan ganti ruginya. Yakni, di Kelurahan Mojoroto 231 bidang, Kelurahan Gayam 21 bidang, dan Kelurahan Semampir 51 bidang. Dari tiga kelurahan ini saja masih ada PR pembebasan 158 bidang tanah terdampak. Sisanya, ada 178 bidang di Kelurahan Bujel yang menunggu pembebasan. Setelah semua tanah siap, proyek senilai Rp 9,92 triliun itu baru bisa dimulai.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah