Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

BPN Masih Harus Bebaskan 19 Hektare Lahan untuk Proyek Tol Kediri-Tulungagung di Kota Kediri

Karen Wibi • Kamis, 29 Februari 2024 | 17:34 WIB
TUNGGU FISIK: Sejumlah rumah warga di Desa Tiron, Banyakan yang terdampak Tol Kediri-Tulungagung sudah dikosongkan.
TUNGGU FISIK: Sejumlah rumah warga di Desa Tiron, Banyakan yang terdampak Tol Kediri-Tulungagung sudah dikosongkan.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Kediri-Tulungagung (Ki Agung) selesai dibentuk Selasa (27/2) lalu di Jakarta. Namun, realisasi fisik proyek yang rencananya dimulai Februari ini untuk akses ke bandara, agaknya harus molor lagi. Sebab, hingga kemarin pembebasan tanah ruas menuju bandar udara masih belum tuntas. Setidaknya masih ada belasan hektare yang menjadi pekerjaan rumah (PR).

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, akses Tol Ki Agung menuju ke bandara membentang di Kota dan Kabupaten Kediri. Di Kota Kediri, ada empat kelurahan yang dilewati. Mulai Kelurahan Semmampir, Kecamatan Kota. Kemudian, Kelurahan Mojoroto, Gayam, dan Bujel di Kecamatan Mojoroto. Kebutuhan lahan mencapai 33 hektare.

Adapun di Kabupaten Kediri, akses tol bandara melewati Desa Manyaran dan Desa Tiron, Kecamatan Banyakan. Kebutuhan lahan mencapai 32 hektare. Kepala BPN Kota Kediri Jany Danny Assa melalui Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Tutur Pamuji memaparkan, hingga kemarin tanah terdampak yang sudah dibebaskan mencapai 308 bidang atau 49 persen. Sedangkan secara keseluruhan, termasuk lahan di Kabupaten Kediri mencapai 70,45 persen.

Sedikitnya masih ada 19 hektare lahan di Kota dan Kabupaten Kediri yang masih harus dibebaskan. “Ini (tanah yang sudah dibebaskan, Red) khusus tanah milik perorangan. Untuk aset pemkot sambil jalan karena TPT masih perlu menyiapkan tanah penggantinya,” kata Tutur di sela pembayaran uang ganti rugi (UGR) di kantor BPN Kota Kediri kemarin (28/2).

Dari empat kelurahan yang terdampak di Kota Kediri, menurut Tutur baru tiga kelurahan yang sudah mulai dibayarkan ganti ruginya. Yakni, di Kelurahan Mojoroto 231 bidang, Kelurahan Gayam 21 bidang, dan Kelurahan Semampir 51 bidang. Dari tiga kelurahan ini saja masih ada PR pembebasan 158 bidang tanah terdampak. Sisanya, ada 178 bidang di Kelurahan Bujel yang menunggu pembebasan.

Seperti diberitakan, realisasi fisik Tol Ki Agung akses ke bandara digadang-gadang akan dimulai Februari ini. Namun, hal tersebut belum bisa terlaksana. Sebab, penandatanganan BUJT Ki Agung baru dilakukan Selasa (27/2) lalu. Adalah PT Surya Sapta Agung Tol yang akan menangani proyek senilai Rp 9,92 triliun itu.

Meski BUJT sudah ditetapkan, agaknya realisasi fisik masih harus molor hingga April nanti. Sebab, pembebasan tanah belum sepenuhnya tuntas. Terkait hal tersebut, Tutur mengatakan pihaknya akan berupaya mempercepat pembayaran ganti rugi. Terutama untuk tanah akses ke bandara.

Ruas tol mana yang akan didahulukan? Informasi yang dihimpun koran ini menyebut, akses tol dari barat atau dekat bandara dan dari timur digarap berbarengan. Dari timur dimulai dari pembangunan jembatan di Kelurahan Semampir. Konstruksi yang membentang di atas sungai Brantas ini didahulukan karena memiliki tingkat kesulitan relatif tinggi.

Terpisah, Ketua TPT Jalan Tol Kediri-Tulungagung Linanda Krisni Susanti melalui Sekretaris Ketua Irmawan Aditia Perdana mengungkapkan, pihaknya juga akan mempercepat progres pengadaan tanah. Sesuai arahan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, proyek akses bandara memang akan dimulai kuartal II atau paling cepat April nanti. Karenanya, pengadaan tanah harus selesai sebelum deadline tersebut.

“Ritmenya kami tingkatkan lagi. Kinerjanya kami tingkatkan lagi supaya sesuai target dan bisa tercapai. Mungkin dipercepat atau intensitas pembayarannya lebih tinggi,” tandasnya.

Untuk diketahui, kemarin BPN Kota Kediri melakukan pembayaran ganti rugi terhadap 14 bidang di Kelurahan/Kecamatan Mojoroto. Total dana yang dicairkan mencapai Rp 35 miliar. Usai pencairan uang, panitia akan melanjutkan musyawarah di Kelurahan Mojoroto dan Gayam yang belum menyatakan setuju.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama yang Selasa lalu menghadiri penandatanganan BUJT menyebut, berbagai berkas terkait realisasi tol sudah ditandatangani. Selain penandatangan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT), juga dilakukan tanda tangan perjanjian regres dan perjanjian penjaminan jalan Tol Ki Agung.

Terkait pembebasan lahan yang belum tuntas, menurut Irwan pihaknya akan membantu agar pembebasan tanah terdampak di Kabupaten Kediri bisa segera selesai. Sehingga, realisasi tol yang direncanakan pada kuartal kedua atau April hingga Juni nanti tak meleset lagi. “Semoga saja tidak ada masalah lagi yang membuat tol molor,” harapnya.

Untuk diketahui, pembangunan Tol Ki Agung akan dilakukan dua tahap. Yakni, tahap pertama sepanjang 6,82 kilometer untuk akses menuju ke bandara. Sedangkan 37,35 kilometer lainnya merupakan main road ruas Kediri-Tulungagung.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#tol kediri tulungagung #bpn #lahan tol #proyek tol