KEDIRI, JP Radar Kediri - Sektor pertanian masih mendominasi perekonomian Kabupaten Kediri. Namun, saat ini jumlah anak muda yang mau bercocok tanam sangat minim. Karenanya, Pemkab Kediri berencana menelurkan sejumlah program untuk memikat generasi milenial dan generasi Z agar mau bertani.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengungkapkan, pekerjaan rumah (PR) di bidang pertanian lumayan berat. Dia mencontohkan, produksi padi di Kabupaten Kediri setahun mencapai sekitar 165 ribu ton. Kebutuhan beras masyarakat per tahun rata-rata mencapai 125 ribu ton.
Dari hitungan tersebut, idealnya Kabupaten Kediri surplus beras. Faktanya, tetap saja kekurangan karena 40-50 persen produksi dibawa ke luar Kabupaten Kediri. “Ketahanan pangan menjadi kunci dalam stabilitas pertanian. Makanya kami mengupayakan agar produktivitas panenan bisa terus digenjot hingga minimal enam ton per hektare,” terang Mas Dhito.
Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan edukasi yang masif pada para petani. Terutama tentang cara bercocok tanam yang benar. Sehingga, para petani tidak gampang puas dengan panenan mereka dan mau melakukan sejumlah inovasi.
Disadari Mas Dhito, perlu usaha keras untuk mewujudkannya. Apalagi, saat ini usia para petani mayoritas lansia. Dia mencontohkan usia petani 45 tahun ke atas mencapai 68 persen. Adapun petani muda hanya berkisar 11 persen. Yakni mereka yang berusia 19-35 tahun. “Ini fakta. Kita hampir kehabisan petani. Makanya pemkab memikirkan terobosan untuk menyemai petani-petani muda,” paparnya.
Salah satu yang akan diterapkan dalam waktu dekat adalah memanami lahan idle atau menganggur di Kabupaten Kediri dengan tanaman hortikultura. Aset-aset tersebut tersebar di 343 desa. “Kami periksa di laboratorium tanah dulu, cocoknya tanaman di tanah itu apa. Setelah itu karang taruna bisa menanam di sana,” urainya.
Berbagai jenis tanaman hortikultura mulai nanas, melon, alpukat, kopi, dan lainnya bisa dibudidayakan di sana. “Agropolitan juga masih terus dikembangkan. Semuanya agar sektor pertanian ini tidak hanya jadi mayoritas mata pencaharian masyarakat tetapi juga bisa menyejahterakan mereka,” beber Mas Dhito.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah