Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ada Tambahan 22 Desa yang Terkena Dampak Tol Kediri-Tulungagung di Kabupaten Kediri

Karen Wibi • Senin, 19 Februari 2024 | 17:50 WIB
CAPTION: Puluhan Desa Terdampak Penambahan Lahan Tol Sosialisasikan Penlok Ki Agung Tahap II.
CAPTION: Puluhan Desa Terdampak Penambahan Lahan Tol Sosialisasikan Penlok Ki Agung Tahap II.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pembangunan tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) mulai dikebut. Sejak pekan lalu, sosialisasi penetapan lokasi (penlok) tahap II mulai dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri. Setidaknya ada 22 desa di Kediri yang terdampak penambahan lahan tol Ki Agung.

“Minggu kemarin sosialisasi sudah dilakukan di dua desa. Desa Tiron dan Manyaran,” terang Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi.

Sukadi mengatakan, sosialisasi merupakan tahapan awal dalam pembebasan lahan. Sesuai timeline, sosialisasi mulai dilakukan pekan lalu. Selama seminggu, sudah ada dua desa yang dilakukan sosialisasi. Selain Tiron dan Manyaran, masih ada 20 desa yang akan dilakukan sosialisasi. Karena diketahui, di Kabupaten Kediri, ada 22 desa yang terdampak penlok tahap kedua.

Ke-22 desa itu terbagi ke dalam tiga kecamatan. Kecamatan Semen ada lima desa. Kecamatan Mojo sebanyak 15 desa. Lalu, Kecamatan Banyakan dua desa. “Sosialisasi akan dilakukan kepada seluruh desa yang terdampak,” ucapnya.

Lebih lanjut, Sukadi mengatakan tentang penambahan tanah di penlok kedua. Dari tiga kecamatan itu, Sukadi mengatakan luas pembebasan lahan berbeda-beda. Seperti di Kecamatan Semen seluas 16.971,86 meter persegi, Kecamatan Mojo seluas 90.410,38 meter persegi, dan Kecamatan Banyakan seluas 76.695,10 meter persegi.

“Penambahan luas lahan di penlok kedua ini untuk pembuatan clear zone. Zona aman di tepian jalan tol,” terang Sukadi.

Bebarengan dengan itu, pembayaran untuk pembebasan lahan di penlok tahap I terus dikebut. Untuk di Kabupaten Kediri, Sukadi mengatakan jika tidak ada masalah. Nyaris seluruh pemilik lahan sudah mengatakan setuju secara lisan. Begitu juga dengan pembayaran yang terus dilakukan.

Lalu kapan pembangunan tol akan dilakukan? Menanggapi pertanyaan itu, Sukadi mengatakan jika dirinya masih belum mengetahui kapan tol Ki Agung akan dibangun. Namun dari beberapa hasil rapat, pembangunan akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Rencananya pembangunan akan didahulukan untuk ruas menuju bandara. “Semoga sebentar lagi akan segera dibangun,” harapnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #pemkab #tulungagung #tol