Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

KPU Kota Kediri Klaim 85 Persen Pemilih Antusias Datang ke TPS

Ayu Ismawati • Jumat, 16 Februari 2024 | 17:26 WIB
ANTUSIAS: Suasana pencoblosan di Lapas Kediri, Rabu (14/2).
ANTUSIAS: Suasana pencoblosan di Lapas Kediri, Rabu (14/2).

KEDIRI, JP Radar Kediri - Semangat masyarakat untuk mencoblos dalam pemilu Rabu (14/2) lalu agaknya lebih tinggi dibanding lima tahun silam. Berdasar sampling dari sejumlah tempat pemungutan suara (TPS), persentasenya di atas 85 persen.

Komisioner KPU Kota Kediri Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia Moch. Wahyudi menyebut dari beberapa TPS  rata-rata partisipasi masyarakat ada di atas 85 persen.

“Dari beberapa TPS yang kami cermati, range di antara 85-94 persen tingkat partisipasi masyarakat,” ujarnya. Wahyudi menyebut, tahun ini KPU menargetkan partisipasi pemilih di pemilu sebesar 86 persen. Angka itu jauh lebih tinggi dibanding target nasional sebesar 77 persen.

“Kami tidak menargetkan secara spesifik. Tapi memang menargetkan tingkat partisipasi masyarakat di angka 86 persen. Harapannya bisa lebih tinggi dari pemilu 2019,” lanjutnya.

Dalam pemilu lima tahun silam, partisipasi masyarakat sebesar 84 persen. Dari pantauan beberapa TPS, Wahyudi optimistis tingkat kehadiran pemilih ke TPS tahun ini jauh lebih tinggi. “Mungkin karena visi misi pasangan calon ataupun partai politik yang memang dianggap layak untuk dipilih oleh pemilih,” tandasnya.

Wahyudi menegaskan, pihaknya pesimistis dengan partisipasi pemilih kelompok generasi Z dan milenial. Namun, setelah melihat antusiasme pemilih tahun ini, menurutnya generasi Z dan milenial juga ikut menyumbang angka partisipasi yang tinggi.

“Periode sebelumnya total generasi milenial dan generasi Z ada di angka sekitar 46 persen. Kalau kemarin beberapa TPS yang kita sampel, tingkat kehadiran masyarakat di 85-94 persen. Berarti generasi Z yang 46 persen dari total pemilih juga termasuk,” paparnya.

Selain para pemilih pemula, Wahyudi menyebut pemilih dari pondok pesantren termasuk penyumbang terbesar angka partisipasi di pemilu 2019. Hal yang sama juga terjadi tahun ini. Ia mencontohkan tingkat kehadiran di Ponpes Lirboyo yang mencapai 88 persen.

“Ternyata mereka juga ada yang tidak bisa hadir di TPS. Kami tidak tahu mereka memang tidak mau atau sudah pulang,” lanjutnya. Wahyudi menegaskan, pemilih yang sudah terdata sebagai daftar pemilih tetap (DPT) di TPS lokasi khusus pondok memang bisa mencoblos di kampung halamannya. Khusus di Ponpes Lirboyo, Wahyudi menduga sebagian santri yang tinggal di Karesidenan Kediri pulang untuk menyalurkan hak pilihnya.

“Mereka kan bisa pulang dan memilih menggunakan KTP saja, nanti diperlakukan sebagai daftar pemilih khusus (DPK, Red),” sambungnya sembari menyebut DPK diperuntukan bagi masyarakat yang belum terdaftar dalam DPT. Sehingga bisa mengajukan hak pilih di domisili sesuai KTP.

Untuk diketahui, jumlah pemilih di 856 TPS Kota Kediri mencapai 233.962. Mereka terdiri dari 115.240 pemilih perempuan dan 118.722 pemilih laki-laki. Di TPS lokasi khusus, pemilih yang terdata mencapai 15.680 orang.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #kediri #kpu #pemilu #jawapos