Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Serba-serbi Pemilu di Kediri: di Tahanan Polres Kediri Kota, Surat Suaranya Kurang

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 15 Februari 2024 | 17:17 WIB
DEMOKRATIS: Tahanan Polres Kediri Kota ikut menyalurkan suaranya dalam pemilihan umum kemarin.
DEMOKRATIS: Tahanan Polres Kediri Kota ikut menyalurkan suaranya dalam pemilihan umum kemarin.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Di Ruang Tahanan Polres Kediri Kota, gairah Pemilu 2024 juga terjadi. Hanya, sempat terjadi kekurangan suara karena jumlahnya tak mencukupi untuk 41 tahanan yang ada. Untungnya, KPU Kota Kediri segera mengirim tambahan dengan mencari dari TPS lain.

“Sudah kami catat di modal kejadian khusus. Jadi ada kekurangan surat suara yang diambilkan dari TPS yang lain,” terang Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan Nia Sari.

Di Polres Kediri Kota terdapat tiga TPS layanan khusus yang disediakan untuk para tahanan. Dalam catatan KPU Kota Kediri, TPS 01 berisi 17 orang, TPS 02 sebanyak 18 orang, dan TPS 03 ada 2 tahanan pemilih. Sehingga totalnya 37 tahanan yang menggunakan hak suaranya.

Ternyata, pada kenyataannya jumlahnya jauh lebih banyak. Karena ada 41 tahanan yang harus menyalurkan hak suaranya.

“Dari 41, yang terdaftar di KPU hanya 37,” jelas Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji saat dikonfirmasi secara terpisah.

Berdasarkan pantauan koran ini, pelaksanaan pencoblosan berlangsung di ruang tahanan. Tak ada bilik suara seperti TPS pada umumnya. Petugas hanya melakukan pencocokan daftar data pemilih, kemudian langsung memberikan surat suara kepada tahanan. Setelah itu, tahanan tersebut yang pergi ke pojok ruang ataupun tempat yang jauh dari orang lain untuk melakukan pencoblosan surat suara. Setelah selesai, dikemblaikan lagi ke petugas KPPS dan mencelupkan jarinya ke tinta sebagai bukti telah menggunakan hak suaranya.

Berbeda lagi dengan pelaksanaan pencoblosan di Lapas Kelas II A Kediri. Di sini TPS-nya dilengkapi dengan bilik suara dan kotak suara.

Pelaksanaannya sendiri berlangsung di Aula Welas Asih. Ada tiga TPS yang disediakan, yakni TPS 901, 902, dan 903.

“Ada 854 orang (yang terdaftar, Red),” jelas Plt Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II A Kediri Budi Ruswanto.

Pelaksanaan pencoblosan di lapas tersebut berjalan lancar. Warga binaan yang punya hak pilih mengantri dengan tertib di ruang tunggu yang sudah disiapkan anggota KPPS yang juga pegawai Lapas itu.

Sementara itu, satu pasien cuci darah di RS Gambiran menyalurkan hak pilihnya di rumah sakit milik Pemkot Kediri itu. Pasien itu bernama Alifien, asal Desa Kras, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.

“Sebelumnya saya sempat ditanya apakah mau mencoblos di sini (rumah sakit, Red) atau di sana (TPS tempat dia terdaftar, Red),” ucapnya.

Sebenarnya, ada sepuluh pasien cuci darah yang terdaftar. Namun, karena petugas datang terlalu siang, yang masih ada hanya Alif.

Alif sendiri adalah pasien yang harus dua kali seminggu melakukan cuci darah. Baginya, kemarin adalah pengalaman pertamanya melakukan pencoblosan di rumah sakit. Karena tidak menggunakan bilik, ia mengaku sempat grogi. “Nggak enak jika terbuka,” aku Alif.

Karena sebagai warga Kabupaten Kediri, Alif hanya mendapatkan empat surat suara. Yaitu DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan Presiden.

Proses pemilihan tersebut berlangsung pukul 12.00. Tempatnya di ruang tunggu cuci darah. Selama pencoblosan dia dibantu oleh tenaga kesehatan. Termasuk ketika memegang kertas suara.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #Pemilu2024 #pemilu lapas