KEDIRI, JP Radar Kediri — Membeludaknya pengunjung bandara di momentum libur panjang minggu ini, membawa tuah bagi stan UMKM yang menjual makanan dan minuman di sana. Para pengunjung memilih menikmati berbagai sajian setelah puas berfoto-foto di berbagai sudut terminal umum bandar udara.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik) Kabupaten Kediri Mamiek Amiyati mengatakan, stan UMKM baru beroperasi mulai kemarin. Tiga stan yang terletak di sisi timur terminal umum itulah yang diserbu pengunjung. “Ini (kemarin, Red) adalah hari pertama beroperasinya stan UMKM di bandara,” kata Mamiek.
Total ada tiga stan yang berdampingan di sana. Stan paling utara menjual craft atau kerajinan tangan. Kemudian, bagian tengah menjual makanan dan minuman (mamin). Adapun stan paling selatan menjual produk olahan kopi.
Lebih jauh Mamiek menyebut, pembukaan stan UMKM tersebut molor dari jadwal yang ditentukan. Sedianya stan sudah mulai dibuka pada 1 Februari. Namun, karena ada beberapa kendala baru bisa dibuka kemarin. “Yang menentukan kapan akan dibuka itu PT Angkasa Pura I,” lanjut Mamiek.
Apa saja produk yang dijual di sana? Menurut Mamiek ada banyak produk. Dia mencontohkan, untuk mamin saja total ada 70 produk yang semuanya berasal dari UMKM Kabupaten Kediri. Demikian pula 10 jenis produk olahan kopi yang dijual di sana. Semuanya dari UMKM lokal.
Adapun untuk craft berasal dari berbagai daerah Mataraman. Sebanyak 50 jenis produk craft dari Kabupaten Kediri. Sisanya, ada 12 produk yang berasal dari berbagai daerah selatan Jawa Timur. “Sebelum dijual, produk tersebut sudah kami kurasi terlebih dahulu,” jelasnya.
Dikatakan Mamiek, ke depan bisa saja produk yang dijual di bandara berubah. Dalam beberapa bulan ke depan dinas kopusmik akan melakukan evaluasi. Produk yang minim peminatnya atau tidak laku dijual, akan ditarik dari stan. Digantikan oleh sejumlah produk yang kini sudah ada di daftar tunggu.
Mamiek menegaskan, evaluasi dilakukan agar ada persaingan antar-produk. Selebihnya, pengunjung juga bisa memilih produk yang bervariasi saat ingin berbelanja di stan-stan tersebut.
Untuk diketahui, jika stan UMKM sudah beroperasi kemarin, taksi bandara yang seharusnya beroperasi berbarengan, masih belum kunjung membuka trayek di sana. Terkait hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri Yudha Nur Ari menyebut operasional taksi bandara memang tertunda. “Sampai saat ini (8/2) belum ada kabar terkait beroperasinya taksi bandara,” ujarnya.
Sembari menunggu jadwal operasional, menurut Yudha Bluebird Grup terus mengurus izin operasinya. Termasuk mulai membangun kantor fisik di Kabupaten Kediri, menyiapkan kendaraan dengan plat lokal, hingga merekrut sopir asli warga Kabupaten Kediri. “Saat ini mereka (Bluebird grup, Red) juga masih terus melengkapi izin,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah