KEDIRI, JP Radar Kediri-Potensi terjadinya banjir di kawasan bandara agaknya sudah diantisipasi oleh pemerintah pusat. Untuk mencegah luapan Kali Kolokoso, pemerintah pusat menganggarkan dana Rp 23,6 miliar untuk normalisasi sungai. Hingga awal Februari ini, proyek masih di tahap lelang.
“Tahun ini program pencegahan banjir di Kali Kolokoso kembali dilanjutkan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama.
Irwan menjelaskan, proyek senilai puluhan miliar itu akan langsung ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sebelum melanjutkan proyek tahun ini, 2023 lalu kementerian sudah melakukan normalisasi sungai dengan dana Rp 6,96 miliar.
Meski demikian, menurut Irwan ada perbedaan signifikan untuk proyek tahun ini. Jika tahun lalu hanya di Kabupaten Kediri, tahun ini dikerjakan hingga ke Nganjuk. “Proyek tersebut sepertinya juga akan dilakukan di tahun-tahun yang akan datang,” terangnya.
Untuk diketahui, normalisasi Kali Kolokoso dilakukan karena banyaknya pertimbangan. Salah satunya, karena bencana banjir sering terjadi di sepanjang aliran sungai tersebut.
Setelah dievaluasi, banjir disebabkan oleh banyak faktor. Mulai sedimentasi, tebing yang kritis, pendangkalan sungai, hingga penyempitan badan sungai. Masalah tersebut diperparah dengan adanya proyek bandara yang mengakibatkan perubahan tata guna lahan.
Melihat fakta tersebut, pemerintah melakukan normalisasi sungai secara bertahap. Sejumlah alat berat mulai mengeruk sedimen di sungai hingga membangun plengsengan tahun lalu. Tujuannya agar daya tampung air meningkat dan tebing sungai lebih kuat.
“Kalau dengan adanya bandara terus ada banjir ya tidak sepenuhnya benar. Karena sudah dari dahulu sungai tersebut sering mengalami banjir,” jelas Irwan tentang kekhawatiran banjir yang semakin parah pascaberoperasinya bandara.
Lebih jauh Irwan menjelaskan, dana senilai puluhan miliar itu tidak hanya digunakan untuk normalisasi sungai. Melainkan satu paket dengan pembangunan embung yang akan menampung air sungai. “Embung dibangun di Desa Ngablak, Banyakan,” papar Irwan.
Kapan proyek mulai dikerjakan? Irwan mengaku belum mengetahui pasti. Sebab, hingga kemarin proyek masih dalam tahap lelang. Masa pengerjaannya selama delapan bulan. Sehingga, paling lambat proyek harus sudah dimulai Mei nanti.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah