Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ternyata Masih Banyak Benda Purbakala yang Belum Ditemukan di Desa Kayunan Plosoklaten Kediri

Karen Wibi • Senin, 29 Januari 2024 | 21:51 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri-Evakuasi situs tugu di Desa Kayunan, Plosoklaten telah rampung. Mesmi demikian, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) XI Jatim menduga masih banyak benda purbakala yang tersimpan di sana. Karena itu, mereka mewanti-wanti masyarakat untuk melapor saat menemukan benda bersejarah tersebut.

“Untuk dugaan awal, sepertinya masih banyak benda purbakala di sekitar penemuan tugu,” Pamong Budaya Pertama BPK XI Jatim Albertus Agung Vidi yang kemarin sudah meninggalkan Desa Kayunan.

Lebih jauh Vidi mengaku membawa beberapa catatan terkait penemuan tugu dan benda purbakala di sana. Apa langkah lebih lanjut yang akan diambil? Vidi menyebut pihaknya masih melakukan evaluasi.

Tidak menutup kemungkinan nantinya BPK akan kembali ke Desa Kayunan. Hal itu dilakukan jika ada penemuan benda purbakala lagi di sana. Dia menengarai masih banyak benda purbakala di sana. “Kami tak memiliki banyak waktu, jadi kami akan lakukan pengkajian terlebih dahulu,” lanjutnya.

Dengan fakta tersebut, Vidi melalui pihak desa mewanti-wanti warga saat kelak menemukan benda purbakala. Yakni, mereka harus segera melapor ke pihak desa. Bukan malah menjual atau malah merusak.

Jika barang yang ditemukan memiliki nilai sejarah, menurutnya tim BPK akan kembali datang. Mengamankan dan mencatat temuan terbaru. “Sangat mungkin ekskavasi dilakukan di sekitar penemuan tugu,” terangnya.

Dikatakan Vidi, hingga kemarin juga masih ada benda purbakala yang dibiarkan di lokasi awal. Lokasinya ada sekitar 20 meter ke selatan dari tempat penemuan tugu. Benda berbentuk tembok dari batu bata merah itu masih dalam posisi setengah terpendam. Jika harus dikeluarkan seutuhnya, menurut Vidi membutuhkan waktu yang lama.

“Kami belum tahu apakah benda itu ada rangkaian dengan tugu,” tandasnya sembari menyebut area lokasi benda purbakala itu diberi garis polisi dengan jarak aman sekitar dua meter agar tak disentuh warga.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 11 januari lalu, ada penemuan situs berbentuk tugu di Desa Kayunan, Kecamatan Plosoklaten. Penemuan tersebut berlokasi di tanah milik Kariyono.

Tugu yang mulanya diduga hanya batu biasa itu dicoba digali oleh Kariyono. Setelah tersingkap sedikit, diketahui jika batu itu berbentuk tugu. Namun tidak diketahui fungsinya.

BPK XI Jatim lalu mendatangi situs di Kayunan itu pada 15 Januari lalu. Dalam kunjungan tersebut, salah seorang peneliti dari BPK bernama Ismail Lutfi mencoba mengecek kondisi situs.

Dalam pengecekan itu, ditemukan fakta jika tugu tersebut berasal dari 1123 tahun Saka. Jika dikonversi ke Masehi, tugu tersebut berasal dari tahun 1201 Masehi. Dengan demikian, tugu berasal dari zaman Kerajaan Kadiri. Tepatnya pada masa pemerintahan Raja Kertajaya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.Baca Juga: Sebanyak 28 Warga Terdampak Tol Kediri-Tulungagung di Kota Kediri Menerima Ganti Rugi Rp 30,8 M

 

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #situs purbakala #benda purbakala