Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ada Tambahan Pengadaan Tanah Tol Kediri-Tulungagung Seluas 18,5 Hektare, Ini Pemanfataannya

Ayu Ismawati • Rabu, 24 Januari 2024 | 16:32 WIB
Caption: Tambah Zona Bebas di Tol Ki Agung Penlok Tahap II Tambah Tanah 18,5 Hektare Tim Pasang Puluhan Patok RoW Akses Bandara
Caption: Tambah Zona Bebas di Tol Ki Agung Penlok Tahap II Tambah Tanah 18,5 Hektare Tim Pasang Puluhan Patok RoW Akses Bandara

KEDIRI, JP Radar Kediri—Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jalan Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) mempercepat realisasi fisik tol akses ke Bandara Dhoho. Minggu ini mereka memulai pengadaan tanah tahap II dengan memasang patok. Tambahan tanah seluas belasan hektare tersebut dibutuhkan untuk pembuatan zona bebas atau clear zone tol.

Keberadaan zona bebas ini menurut Ketua TPT Jalan Tol Kediri-Tulungagung Linanda Krisni Susanti sangat penting. Yakni, untuk menambah safety di area tol. “Jika terjadi kecelakaan, mobil yang terpental masih tetap berada di area tol (clear zone, Red),” kata perempuan yang akrab disapa Nanda itu sembari menyebut kendaraan tidak sampai terlempar ke luar area tol.

Lebih jauh Nanda menjelaskan, penambahan tanah seluas 18,5 hektare di tahap II juga dilakukan karena beberapa kondisi. Selain untuk pembuatan clear zone di seluruh trase tol, juga ada sejumlah underpass yang berubah menjadi overpass. “Ada juga penambahan beberapa titik kaki-kaki jembatan,” terangnya.

Lebih jauh Nanda menjelaskan, pemindahan exit tol dari Jl Jaksa Agung Suprapto ke Jl Suparjan Mangun Wijaya juga menambah kebutuhan tanah. Terutama pada tapper jalan di sana. Setelah dihitung, kebutuhan lahan di tahap II mencapai 18,5 hektare. 

Untuk diketahui, dalam pengadaan tanah tahap II ini TPT tetap mendahulukan ruas tol yang menjadi akses ke bandara. Yakni mulai dari Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota. Serta, Kelurahan Mojoroto, Gayam, dan Bujel di Kecamatan Mojoroto. Di Kabupaten, pembebasan tanah di Desa Tiron dan Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan juga dikebut.

Pantauan koran ini, pemasangan patok tol mulai dilakukan di akses bandara Kelurahan Gayam, Mojoroto. Hingga kemarin siang, total ada sekitar 50 patok berwarna kuning-merah yang dipasang di sana.  

Achmad Ardhansyah Pramana, petugas lapangan Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jalan Tol Ki Agung mengatakan, hingga kemarin pemasangan patok akses ke bandara tahap II baru dilakukan di Kelurahan Gayam, Mojoroto. Sedangkan di Kabupaten Kediri, dilakukan di Desa Tiron dan Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan.

Pria yang akrab disapa Ardhan ini menjelaskan, dalam pengadaan tanah tahap II nanti, TPT akan melakukan penambahan di seluruh trase tol. Karenanya, selain di tiga lokasi tersebut, pemasangan patok juga dilakukan di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota. Serta, Kelurahan Bujel dan Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto.   

“Kami estafet (di sepanjang) kanan dan kiri (trase). Biar lebih mempercepat dan mempermudah pengerjaan, kami bagi dua tim. Yang satu tim untuk penentuan koordinat,” lanjutnya.

Tim lainnya baru akan bertugas setelah patok-patok tersebut disebar ke titik koordinat jalan tol. Tugas tim kedua itu nantinya menancapkan patok-patok di lahan yang telah ditentukan. “Kemungkinan untuk koordinat itu sudah 80 persen. Untuk yang (pemasangan, Red) patok permanen masih sekitar 50 persen,” tuturnya.

Terkait penambahan luasan di tahap II ini, menurut pria asal Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri itu menyebut jumlahnya bervariasi. Setiap titik memiliki penambahan yang berbeda dengan titik lainnya. “Untuk ukurannya kami perlu mengukur ulang bidang yang terdampak tahap II dari tim satgas A BPN,” tandasnya.

Terpisah, Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kediri Tutur Pamuji membenarkan terkait tindaklanjut dari pihaknya itu. Menurutnya, tim dari BPN baru akan mengambil alih setelah pemasangan patok RoW selesai dilakukan oleh TPT jalan tol.

“(Setelah pemasangan patok RoW) akan ada tahap sosialisasi di tingkat kelurahan,” katanya sembari menyebut, tahap pelaksanaan itu nantinya juga akan mencakup pengukuran luasan tanah terdampak.

Seperti diberitakan, progres pengadaan tanah untuk jalan tol akses bandara tahap I hingga minggu kemarin baru mencapai 58 persen untuk ruas Kota dan Kabupaten Kediri. Rinciannya, Kabupaten Kediri berprogres lebih banyak dengan persentase 90,35 persen bidang tanah sudah dibebaskan. Sedangkan untuk ruas Kota Kediri baru 35,40 persen bidang tanah yang siap dibangun. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

           

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#bebas #bandara #tol #akses #zona