KEDIRI, JP Radar Kediri - Pengadaan tanah tol akses ke Bandara Dhoho tahap I di Kota Kediri masih belum rampung 100 persen. Meski demikian, untuk percepatan realisasi akses jalan ke bandar udara, minggu ini pengadaan tanah tahap II sudah dimulai. Dimulai dengan pemasangan patok right of way (RoW) tol.
Untuk diketahui, progres pengadaan tanah tol akses bandara hingga Minggu (21/1) lalu mencapai 58 persen untuk Kota dan Kabupaten Kediri. Rinciannya, Kabupaten Kediri sudah mencapai 90,35 persen. Sedangkan di Kota Kediri baru 35,40 persen bidang tanah yang siap dibangun.
Di luar pengadaan tanah tahap I tersebut, Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jalan Tol Kediri-Tulungagung harus kembali membebaskan 18,5 hektare lahan untuk menunjang akses bandara. Pengadaan inilah yang dikerjakan di tahap II.
“Kami yang di Kota Kediri sedang melakukan pematokan RoW (right of way) untuk penlok (penetapan lokasi) tahap II,” kata Ketua TPT Jalan Tol Kediri-Tulungagung Linanda Krisni Susanti.
Di penlok tahap II ini, menurut perempuan yang akrab disapa Nanda itu pengeprasan tanah terjadi di delapan kelurahan Kota Kediri. Meski demikian, pihaknya akan tetap mendahulukan ruas yang menjadi akses ke bandara. Yakni, mulai dari Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota. Serta, Kelurahan Mojoroto, Gayam, dan Bujel di Kecamatan Mojoroto.
“(Pelaksanaan) pertama akses bandara lagi. Matok-nya juga. Setelah itu melanjutkan sisanya yang di kelurahan lain yang di Kota Kediri sampai ke selatan,” lanjutnya.
Hingga kemarin, menurutnya pematokan sudah dilakukan di dua kelurahan. Yakni, di Kelurahan Bujel dan Gayam. Setelah pematokan di dua kelurahan itu selesai, barulah TPT akan melakukan pematokan di Kelurahan Mojoroto dan Kelurahan Semampir.
“Habis itu nanti dilakukan sosialisasi seperti tahap 1. Setelah sosialisasi, baru nanti warga memasang patok bidang tanahnya,” terang Nanda sembari menyebut pemasangan patok bidang akan diikuti dengan pengukuran tanah.
Kapan tahap awal pembebasan tanah itu selesai? Pejabat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu menegaskan, khusus untuk akses ke bandara ditargetkan selesai lebih awal. Dia optimistis bisa menyelesaikan pematokan RoW di empat kelurahan Kota Kediri paling lambat besok (24/1).
“Selebihnya nanti mengikuti main road, ya. Yang dari utara ke selatan. Itu kalau kami perkirakan kemarin kurang lebih (bisa selesai) 45 hari untuk keseluruhan sampai Kabupaten Tulungagung,” tandasnya.
Seperti diberitakan, TPT Jalan Tol Kediri-Tulungagung baru menyelesaikan musyawarah untuk ratusan bidang di Kelurahan Mojoroto. Dari 141 bidang yang mengikuti musyawarah secara bertahap pekan kemarin, 78 di antaranya telah setuju untuk pembayaran uang ganti rugi (UGR). “Total uang ganti kerugiannya kurang lebih Rp 105 miliar,” kata Nanda.
Sementara itu, selain Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung), pembebasan tanah Tol Kediri-Kertosono juga terus dikebut. Termasuk Pasar Buah Banyakan yang ikut terdampak proyek strategis nasional itu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri M. Solikin mengatakan, pembebasan tanah Pasar Banyakan tinggal menunggu waktu. “Sekarang ini sedang dalam proses,” papar Solikin ditemui di ruang kerjanya kemarin.
Sesuai target, menurut Solikin pembebasan tanah Tol Kediri-Kertosono harus selesai 75 persen Juni nanti. Sehingga, proyek fisik tol bisa segera dimulai Juli nanti.
Selain aset pemkab yang terdampak, menurut Solikin pembebasan tanah Tol Kediri-Kertosono untuk Kabupaten Kediri relatif lancar. Meski belum semua tanah dibayar ganti rugi, namun mayoritas pemilik tanah sudah setuju dengan harga yang ditetapkan.
Seperti diberitakan. Pembebasan tanah terdampak Tol Kediri-Kertosono dianggarkan Rp 1,85 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 1,1 triliun di antaranya dialokasikan untuk Kabupaten Nganjuk. Sedangkan untuk Kabupaten Kediri Rp 740,58 miliar. Hingga minggu ketiga Januari ini, di Kabupaten Nganjuk baru terserap Rp 28,45 miliar. Sedangkan di Kediri yang bidang terdampaknya lebih sedikit, sudah terserap Rp 62,59 miliar.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah