Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Progres Proyek Pasar Grosir Ngronggo Kota Kediri Baru 50 Persen

Ayu Ismawati • Selasa, 23 Januari 2024 | 17:53 WIB
Proyek Pasar Grosir Baru 50 Persen Kebut Pengerjaan Sebelum Ramadan, Kontraktor Lakukan Percepatan Kerja
Proyek Pasar Grosir Baru 50 Persen Kebut Pengerjaan Sebelum Ramadan, Kontraktor Lakukan Percepatan Kerja

KOTA, JP Radar Kediri— Pembangunan Pasar Grosir Ngronggo terus dikebut. Pasalnya, hingga pekan kemarin, progres pembangunan baru mencapai 50 persen. Meski targetnya baru Maret mendatang, namun upaya percepatan terus dilakukan. Itu untuk mengejar progres sebelum tenggat akhir tersebut.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri Djauhari Luthfi menyebut, proyek itu ditargetkan bisa rampung sebelum Hari Raya Idul Fitri. Sebelum atau selama bulan Ramadhan, pembangunan diharapkan sudah selesai. “Kita upayakan maksimal minggu kedua Ramadhan sudah selesai,” ujarnya.

Meski demikian, dia mengklaim percepatan tidak akan berdampak pada penurunan spesifikasi bangunan. Alih-alih, kontraktor menerapkan penambahan pekerja. Termasuk waktu kerja atau lembur untuk mengejar target.

“Kalau untuk progres minggu kemarin sudah 50 persen lebih, dengan deviasi plus 16 persen dari target,” urainya.

Selain konstruksi bangunan, pembangunan gorong-gorong juga menjadi prioritas utama. Pembangunan sistem drainase itu dilakukan untuk mencegah banjir di pasar grosir terbesar di Kediri Raya itu. “Kita berusaha agar nggak banjir. Salah satunya juga dengan membangun sumur resapan,” imbuhnya.

Luthfi—sapaan akrabnya—menambahkan nantinya juga akan dilakukan pengerasan jalan di kompleks bangunan baru itu. Termasuk dengan memasang paving di kawasan yang akan menampung 107 kios baru itu. “Pengerasan jalan agar tidak amblas saat dilewati truk. Bisa dilewati truk dengan muatan hingga 16 ton,” tandasnya.

Untuk diketahui, proyek pembangunan kios dengan sistem built, operate, transfer (BOT) itu menelan biaya hingga Rp 8,3 miliar. Itu untuk membangun sedikitnya 107 kios baru. Dengan mekanisme itu, pembangunan dilakukan oleh paguyuban pedagang dengan pengawasan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri.

Adapun pembangunan kios itu mencakup delapan blok. Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, hingga kemarin fisik bangunan kios untuk blok di sisi barat dan utara sudah terlihat jelas.

Sebagai informasi, pembangunan ratusan kios itu berlokasi di area depan Pasar Grosir. Sebelumnya, pembangunan pernah dilakukan pada 2014 lalu. Namun, proyek itu dihentikan karena dianggap bertentangan dengan hukum. Proyek yang sudah setengah jadi itupun sempat mangkrak.

Permasalahan hukum yang sempat mengganjal proyek beberapa tahun lalu itu antara lain karena dianggap tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW). Yakni, kawasan proyek pada saat itu seharusnya digunakan untuk pelataran parkir mobil barang (PPMB). 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #pasar #proyek