KEDIRI, JP Radar Kediri - Sementara itu, pembebasan tanah untuk jalan Tol Kediri-Tulungagung di wilayah Kota Kediri terus dikebut. Minggu ini, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kediri mulai melanjutkan tahapan musyawarah penilaian harga di Kelurahan Mojoroto. Hasilnya, dua bidang terancam konsinyasi lantaran belum memberikan persetujuan hingga musyawarah ketiga.
Kepala BPN Kota Kediri Jany Danny Assa melalui Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Tutur Pamuji menyebut, pihaknya telah menyelesaikan musyawarah untuk ratusan bidang pekan ini. Namun begitu, dua bidang hingga kemarin belum memberikan persetujuan.
“Untuk yang musyawarah ketiga ini kan sudah musyawarah terakhir. Habis itu ada dua bidang yang masih belum setuju. Kami beri waktu 14 hari untuk menggugat ke pengadilan,” ujarnya.
Bagaimana jika dalam kurun waktu itu pihak yang berhak tidak mengajukan gugatan? Secara aturan, Tutur menyebut pihaknya akan menyerahkan ganti rugi ke pengadilan setempat.
“Kami yang akan menitipkan ke pengadilan untuk konsinyasi,” tandasnya.
Selain dua bidang itu, sedikitnya ada 138 bidang yang memasuki tahapan musyawarah pertama pada Selasa (16/1) dan Rabu (17/1) lalu. Dari musyawarah penyampaian hasil appraisal itu, sebanyak 77 bidang sudah disetujui oleh pemiliknya. Sedangkan 61 bidang lainnya belum memberikan persetujuan.
Sementara itu selama 2023, total terdapat 126 bidang yang sudah musyawarah. Tiga di antaranya harus melalui tahapan musyawarah hingga ketiga kalinya pada Rabu (17/1) dengan hasil satu bidang telah disetujui. Sehingga, total ada 78 bidang baru yang telah disetujui untuk dibayarkan uang ganti ruginya (UGR).
Dengan penambahan bidang tersebut, Tutur menyebut progres musyawarah di Kelurahan Mojoroto telah mencapai 99 persen.
“Progres musyawarah kelurahan mojoroto secara keseluruhan sudah 99,66 persen sudah selesai. Menyisakan yang itu saja,” sambungnya sembari menyebut, panitia appraisal selanjutnya akan dijadwalkan turun kembali untuk melakukan survei ulang terhadap bidang-bidang yang belum disetujui.
Adapun 78 bidang yang telah menyetujui nilai appraisal itu –lanjut Tutur—otomatis bisa segera masuk pada tahapan pembayaran UGR. Rencananya, panitia pengadaan tanah akan mulai melakukan pembayaran dalam dua minggu yang akan datang.
“Karena berkas yang kami periksa juga banyak dan butuh kehati-hatian supaya tidak salah. Jadi kami mohon waktu estimasinya dua minggu,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah