Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Banggle, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri: Tingkatkan PAD dengan Menambah Usaha BUMDes

Habibaham Anisa Muktiara • Jumat, 19 Januari 2024 | 21:06 WIB

 

Photo
Photo
KEDIRI, JP Radar Kediri -Jadi desa dengan pendapatan lelang tanah kas desa terendah se Kecamatan Ngadiluwih membuat Desa Banggle harus punya terobosan. Dan, mereka melakukannya melalui bumdes. Empat unit usahanya bisa jadi andalan, termasuk menangkap potensi keberadaan jalan tol.

“Pendapatan dari lelang tanah kas desa kami jadi yang terendah di Kecamatan Ngadiluwih,” aku Sekretaris Desa Banggle Mansur Efendi.

Menurutnya, dari hasil lelang itu setiap tahunnya hanya Rp 7,75 juta. Karena itulah pemerintah desa (pemdes) menggenjot dari sektor lain. Terutama dari badan usaha milik desa (bumdes).

“Kami punya empat unit usaha,” jelasnya.

Empat unit usaha itu adalah penjualan alat tulis sekaligus layanan pembayaran, jasa perahu penyeberangan, badan kredit desa, dan pusat jajanan serba ada (pujasera). Khusus yang terakhir ini sebagai upaya menangkap peluang rencana keberadaan jalan tol Kediri-Tulungagung. Sebab, di desa mereka akan menjadi salah satu lokasi exit tol.

Bangunan pujasera sudah dibangun 2023 lalu. Ukurannya 56 x 8 meter. Terdiri dari sebelas lapak. Lengkap dengan fasilitas toilet dan musala.

Sementara, unit usaha perahu penyeberangan merupakan warisan dinas perhubungan. Pada 2021 asetnya dikelola desa. “Hasilnya masuk pemasukan desa,” jelasnya.

Menurutnya, usaha jasa perahu penyeberangan dinilai masih prospektif. Meskipun sudah ada Jembatan Wijaya Kusuma (JWK) yang menghubungkan Ngadiluwih dengan Mojo. Sebab, warga yang berada di dekat lokasi penyeberangan lebih memilih menggunakan fasilitas perahu. Bila melewati JWK harus jalan memutar terlebih dulu. Terutama pelajar dan pedagang. 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#tol kediri tulungagung #kediri 2022 #Pemdes #bumdes #Pemdes Anjani #pujasera