“Kami menyosialisasikan KKOP karena ini sanagat penting untuk keselamatan penerbangan,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sukadi di ruang Kilisuci Pemkab Kediri kemarin (10/1).
Sejumlah larangan di kawasan bandara diuraikan di pertemuan tersebut. Yaitu, bermain laying-layang, laser, drone, balon udara, hingga memelihara burung secara liar. “Pembangunan gedung di atas ambang batas ketinggian juga tidak boleh,” lanjut Sukadi dalam acara yang dihadiri para kepala organisasi perangkat daerah, camat, dan sejumlah kepala desa itu.
Sepintas, kegiatan-kegiatan tersebut terkesan sepele. Namun, dampaknya sangat berbahaya untuk penerbangan. Sebab, jika sampai terkena badan atau mesin pesawat akan berakibat fatal.
Sinar laser menurut Sukadi juga bisa menyilaukan pilot di ketinggian 1.200 kaki atau 365 meter. Sedangkan di ketinggian 3.700 kaki atau 1.127 meter, pandangan pilot juga sepenuhnya terganggu. “Semakin jauh laser, akan semakin besar dampak yang ditimbulkan,” terang Sukadi sembari menyebut bangunan yang tinggi bisa memengaruhi jarak pandang Air Traffic Control (ATC).
Dikatakan Sukadi, larangan beberapa aktivitas yang mengganggu penerbangan itu sesuai dengan Undang-Undang (UU) No. 1/2009 tentang Penerbangan. Kemudian, PP No. 3/2011 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan juga mengatur hal tersebut secara detail. “Akan ada sanksi bagi warga yang melanggar,” tegas Sukadi.
Untuk diketahui, tidak hanya area bandara saja yang harus steril. Kondisi yang sama juga harus dilakukan untuk akses menuju bandara. Salah satunya di Jl PB Sudirman. Jalan yang menjadi satu-satunya akses ke bandara itu juga harus steril dari kegiatan warga.
Segala jenis kegiatan warga tidak boleh digelar di sana. “Entah itu acara sunatan atau nikahan sudah tidak bisa digelar di sana (Jl PB Sudirman, Red),” papar Sukadi. Jika sosialisasi kemarin baru dilakukan pada pihak terkait, menurut Sukadi ke depan akan disosialisasikan kepada masyarakat luas.
“Bandara akan segera beroperasi, kami akan segera menyosialisasikan secara luas,” imbuhnya.
Seperti diberitakan, Bandara Dhoho dijadwalkan beroperasi pada Senin (15/1) nanti. Jelang operasional bandar udara di wilayah Mataraman itu, Sabtu (6/1) lalu PT Angkasa Pura 1 melakukan simulasi operasional bandara. Dari sana diketahui jika peralatan dan personel sudah benar-benar siap.
Selebihnya, tinggal menunggu kesiapan operasional yang menurut informasi akan ditandai dengan first landing pesawat komersil di bandara. “Menunggu jadwal dari Pak Menhub. Ini sekarang Pak Menhub (Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Red) sedang ada di Cina,” kata sumber koran ini di Jakarta terkait kehadiran Menhub dalam agenda operasional bandara Senin depan.
Editor : Anwar Bahar Basalamah