KEDIRI, JP Radar Kediri-Pasar Wates dan Tempat Penampungan Pasar Sementara (TPPS) Ngadiluwih agaknya akan segera ditempati oleh para pedagang. Khusus untuk TPPS, Kamis (11/1) nanti dinas perdagangan akan mengundi penempatan lapak. Adapun untuk Pasar Wates baru akan dilakukan Februari nanti.
“Targetnya Pasar Wates dan TPPS Ngadiluwih akan beroperasi sebelum Idul Fitri,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih. Lebih jauh Tutik menyebutkan, untuk pengundian lapak TPPS Ngadiluwih, total ada 371 pedagang yang akan menempati lokasi tersebut.
“Pemindahan memang butuh waktu. Tidak bisa hanya dalam sehari,” lanjut Tutik tentang pengisian lapak di Desa Purwokerto, Ngadiluwih tersebut. Bagaimana dengan pembangunan Pasar Ngadiluwih yang terbakar? Menurut Tutik pembangunan baru akan dilakukan pada 2025 mendatang. Karena itu pula, pedagang harus menempati TPPS selama sekitar dua tahun.
Terkait desain bangunan, Tutik mengaku belum bisa membeberkan secara detail. Sebab, saat ini pemkab masih fokus memindahkan pedagang ke TPPS. Bersamaan dengan itu, menurut Tutik pemkab akan menggarap desain Pasar Ngadiluwih. “Semoga pembangunan Pasar Ngadiluwih dapat segera dilakukan,” tandasnya.
Untuk diketahui, selain memproses penempatan pedagang di TPPS Ngadiluwih, disdag juga bersiap memindah pedagang Pasar Wates ke bangunan yang baru. Hanya saja, pengundian pedagang yang sekarang menempati lapak sementara itu belum bisa dilakukan bulan ini. Melainkan baru bisa pada Februari nanti.
Di Januari ini, disdag memilih untuk melakukan sosialisasi kepada pedagang. Terutama terkait cara berdagang di pasar yang mengusung konsep semi wisata tersebut. “Bagaimana agar pasar tetap bersih dan menjadi daya Tarik masyarakat untuk berkunjung,” paparnya sembari menyebut pengundian penempatan pedagang di bangunan baru akan dilakukan bulan depan.
Adapun peresmian pasar justru dilakukan lebih cepat atau akhir bulan ini.
“Rencananya akhir bulan ini akan diresmikan oleh bupati. Baru selanjutnya pengundian dan pemindahan dilakukan,” urainya.
Sementara itu, Muharti, 56, pedagang terdampak kebakaran Pasar Ngadiluwih berharap dirinya bisa segera pindah ke TPPS Ngadiluwih. Jika memungkinkan dia ingin pindah sebelum Ramadan. Sebab, pasar akan cenderung lebih ramai saat Ramadan hingga Idul Fitri.
Para pedagang di Pasar Ngadiluwih pun tidak ingin kehilangan momentum tersebut. “Karena pedagang ya takut kalau nanti dagangan jadi sepi,” keluhnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah