KEDIRI, JP Radar Kediri–Kebijakan larangan parkir di Jl Dhoho yang masih diterapkan di area terbatas, memicu reaksi dari orang-orang yang bekerja di sana. Jika kebijakan itu tidak bisa dibatalkan, mereka meminta agar larangan tersebut diterapkan di semua ruas jalan terpadat di Kota kediri itu.
Seperti diungkapkan oleh Ima Yusnia, 30, salah satu karyawan toko di Jl Dhoho. “Kalau tujuannya supaya nggak macet, kenapa cuma di sini aja (sepanjang 300 meter, Red). Kenapa nggak dari ujung sekalian. Kan nggak adil,” sesalnya.
Ima mengaku kasihan dengan pelanggannya. Sebab, toko tempatnya bekerja menjual barang-barang peralatan bayi. Mulai dari baju, mainan, hingga perlengkapan lainnya. Di sisi lain, pelanggan sering datang bersama anaknya.
“Misal beli stroller, berat juga kalau di bawa ke sana (Eks-Pasific Motor di Jalan Stasiun, red). Terus biasanya juga bawa bayi, kalau di musim hujan begini kasihan,” lanjutnya.
Karena itu pula, Ima meminta agar Pemkot Kediri bisa mempertimbangkan kembali larangan parkir di Jl Dhoho. Jika terpaksa dilanjutkan, dia meminta agar diterapkan di semua ruas Jl Dhoho. Sehingga bisa terasa lebih adil.
“Lahan parkirnya yang kosong mungkin ada di sini (Eks-Pasific Motor di Jalan Stasiun, red). Untuk yang sebelah sana ya harus dicarikan lahan (parkir, Red) juga. Harus dicari solusinya,” pintanya.
Seperti diberitakan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri telah menerapkan kebijakan pemabatasan parkir roda empat di Jalan Dhoho. Pembatasan tersebut mencakup ruas Jalan Dhoho mulai dari simpang empat Jl Untung Suropati (dealer Aris Motor) ke selatan sampai simpang empat Jl Monginsidi (Soto Podjok). Kebijakan yang berlaku per tanggal 1 Januari 2024 itu diterapkan di ruas sepanjang 300 meter di sana.
Pantauan koran ini hingga hari ke empat pelaksanaan pembatasan parkir kemarin, masih tetap ada kendaraan roda empat yang melanggar. Sekitar pukul 15.00 kemarin, setidaknya ada dua unit kendaraan yang parkir di utara Soto Podjok. Kemudian, dua unit lainnya parkir di selatan dealer Aris Motor. Semakin sore, jumlah kendaraan yang melanggar semakin bertambah.
Terkait kondisi tersebut, Muhamad Jamil, 40, salah satu juru parkir membenarkan jika masih ada saja pengendara yang ngeyel. Padahal, dia sudah memberitahu jika di lokasi tersebut diterapkan larangan parkir roda empat. “Kalau sudah saya arahkan nggak mau ya sudah. Saya nggak mau ribut sama orang,” jelasnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah