Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Maria Kristi Endah Murni mengungkapkan, hingga awal Januari ini Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara masih memproses verifikasi dokumen Bandara Dhoho. Kesiapan aspek komersial Bandara Dhoho sudah dilakukan oleh PT Angkasa Pura I dan disampaikan pada 27 Desember 2023 lalu. “Untuk sertifikat tanggal operasi (TOK) menunggu persetujuan Dirjen Perhubungan Udara,” kata perempuan yang akrab disapa Kristi itu.
Meski tanggal operasi komersil belum ditentukan, menurut Kristi untuk pelayanan navigasi penerbangan, Ditjen Perhubungan Udara telah memberi persetujuan operasional kepada Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia. Kristi memastikan, persetujuan diberikan setelah melewati proses sertifikasi, evaluasi dan pemeriksaan sesuai standar Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil dan ICAO SARPs.
Proses sertifikasi itu menurut Kristi untuk memberi jaminan keselamatan lalu lintas penerbangan. Yakni, saat pesawat akan mendarat, lepas landas, maupun bergerak menuju area parkir pesawat.
Di luar tahapan yang sekarang tengah berlangsung, Kristi menegaskan Kemenhub sudah memberi persetujuan terbang untuk dua maskapai. Yakni, Batik Air dan Super Air Jet.
Batik Air mendapat persetujuan rute penerbangan Kediri-Jakarta (CGK-DHX), Kediri-Bali (DPS-DHX), dan Kediri-Palembang (PLM-DHX). Adapun Super Air Jet mendapat persetujuan lima rute. Yaitu, Kediri-Banjarmasin (BDJ-DHX), Kediri-Balikpapan (BPN-DHX), Kediri-Makassar (UPG-DHX), Kediri-Bali (DPS-DHX), dan Kediri-Palembang (PLM-DHX).
Kemenhub, jelas Kristi, juga sudah menetapkan tarif untuk kelas ekonomi pada rute domestik tersebut. Demikian pula tarif batas atas dan batas bawah yang berlaku. “Pihak Lion Air group juga sudah berkolaborai dengan PT SDhI dan PT Angkasa Pura I untuk memberi dukungan insentif biaya operasional penerbangan di Bandara Dhoho,” papar Kristi.
Keberadaan insentif biaya operasional, lanjut Kristi, sekaligus untuk mendukung demand atau permintaan angkutan udara. Serta, mendukung kemudahan dan kelancaran operasional maskapai yang akan melayani penerbangan niaga. “Kami terus melakukan pengawasan terhadap kesiapan operasional penerbangan perdana di Bandara Dhoho,” tandas Kristi.
Seperti diberitakan, tanda tangan tanggal operasi komersil (TOK) Bandara Dhoho dijadwalkan dilakukan pada akhir Desember lalu. Namun, agenda tersebut agaknya mundur karena surat pernyataan kesiapan operasional dari PT Angkasa Pura I belum masuk ke Kemenhub. Dengan sudah dimasukkannya surat pada 27 Desember lalu, tanda tangan TOK hamper dipastikan dilakukan awal Januari ini.
Jika demikian halnya, operasional Bandara Dhoho pada minggu ketiga atau minggu keempat Januari ini hampir dipastikan tidak akan molor lagi. Sumber koran ini di Jakarta menyebut, Kementerian Perhubungan juga terus berkoordinasi dengan protokol kepresidenan terkait peresmian bandara. “Masih terus dikoordinasikan dengan protokol kepresidenan terkait tanggal peresmian bandara,” tuturnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah