Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Honor Naik Berlipat, KPPS di Kota Kediri Kurang Diminati

Ayu Ismawati • Kamis, 21 Desember 2023 | 17:28 WIB
SIMULASI: Petugas PPS memeragakan teknis pemungutan suara dari awal hingga memasukkan surat suara ke kotak suara.
SIMULASI: Petugas PPS memeragakan teknis pemungutan suara dari awal hingga memasukkan surat suara ke kotak suara.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Honor petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang tahun ini naik berlipat, agaknya belum jadi pikat masyarakat untuk mendaftar. Jelang penutupan pendaftaran pukul 23.59, tadi malam (20/12), jumlah pendaftar masih kurang ribuan orang.

Untuk diketahui, kebutuhan KPPS Kota Kediri pada Pemilu 2024 mencapai 5.992 orang. Namun, hingga Selasa (19/12) baru 4.150 orang yang mendaftar. Sehingga, kekurangannya masih mencapai 1.842 orang.

Ketua KPU Kota Kediri Pusporini Endah Palupi yang dikonfirmasi tentang rendahnya minat masyarakat untuk menjadi KPPS karena bisa saja masyarakat menilai honor sekitar Rp 1 juta yang didapat tahun ini, nilainya sama kecilnya dengan pemilu 2019 lalu. Sebab, harga barang-barang sudah jauh lebih mahal.  “Karena mungkin mereka menilai uang (honor, Red) yang sekarang sama dengan waktu 2019 (kecil, Red) untuk uang satu juta,” katanya.        Hal itu menurut Puspo membuat jumlah pendaftar tidak naik signifikan. Meski, honor KPPS tahun ini naik dua kali lipat dibanding pemilu 2019 silam. Dia mencontohkan, honor ketua KPPS yang 2019 lalu hanya Rp 550 ribu, tahun 2024 nanti menjadi Rp 1,2 juta. Kemudian, anggota yang sebelumnya Rp 500 ribu menjadi Rp 1,1 juta.

Bagaimana jika penutupan pendaftaran jumlah pendaftar tetap tak terpenuhi? menurut Komisioner KPU Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia Moch. Wahyudi, pihaknya akan menerapkan mekanisme penunjukan langsung. Itu akan dilakukan jika hasil rekrutmen KPPS belum bisa memenuhi kebutuhan di masing-masing TPS.

“PPS (panitia pemungutan suara, Red) akan berkoordinasi dengan RT dan RW untuk minta masukkan warga yang memenuhi syarat menjadi KPPS. Kemudian PPS akan konfirmasi ke yang bersangkutan untuk memastikan kesediaan dan kelengkapan dokumen,” lanjutnya.

Jika dengan cara itu tetap belum terpenuhi, KPU bisa bekerja sama

dengan lembaga terkait. Di antaranya lembaga pendidikan, organisasi pemerhati pemilu, tenaga kependidikan, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM). “Untuk memenuhi kebutuhan KPPS,” sambung Wahyudi.

Pantauan koran ini, kekurangan jumlah pendaftar KPPS tidak merata di 46 kelurahan Kota Kediri. Di Kelurahan Tosaren, Pesantren, misalnya. Dengan kebutuhan KPPS yang hanya 168 orang, pendaftarnya mencapai 200 orang.

“Setelah ini kita tinggal seleksi administrasi mulai besok (hari ini, Red),” kata Ryan Adi, salah satu petugas PPS dari Kelurahan Tosaren, Pesantren. Menurutnya, tiap hari rata-rata ada 20 orang yang mendaftar.

Untuk memilih petugas KPPS, menurut Ryan pihaknya akan menggelar seleksi administrasi mulai 21-22 Desember ini. “Biasanya yang nggak lolos seleksi administrasi karena umur yang melebihi batasan usia yang ditentukan. Atau dari kondisi fisik kesehatannya tidak memenuhi,” papar Ryan sembari menyebut pendaftar yang memiliki ikatan perkawinan dengan anggota parpol juga tak lolos seleksi.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Pemilu 14 Februari 2024 #pemilu serentak 2024 #kpps #kota kediri