KEDIRI, JP Radar Kediri - Selain mengandalkan bom-boman jelang coblosan, banyak caleg yang berinovasi melakukan kampanye lewat kegiatan. Di antaranya, menggelar bakti sosial, lomba berhadiah, jalan sehat, hingga salawatan.
Komisioner KPU Kota Kediri Moch. Wahyudi mengakui perubahan tren kampanye tersebut. Menurutnya, saat ini para caleg banyak yang mengarah pada interaksi dengan masyarakat. Meski, jumlahnya tidak sebanyak massa di kampanye terbuka. “Itu (kampanye bentuk lain, Red) yang jadi sedikit perbedaan dari pemilu 2019 yang masih jarang sekali orang menggunakan,” terang Wahyudi.
Mengapa kampanye dalam bentuk kegiatan itu digandrungi? Menurut Wahyudi cara-cara itu dianggap bisa menarik lebih banyak simpati masyarakat. Di sisi lain, biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar.
KPU, terang Wahyudi, memang memberi ruang bagi caleg untuk menggelar kampanye dalam bentuk lain itu. Syaratnya, mereka harus menyampaikan pemberitahuan ke polisi dan ditembuskan KPU serta bawaslu.
Baca Juga: Ketika Kampanye Tatap Muka Tak Lagi Banyak Dilirik di Pileg
“Ternyata dari proses ini tidak serta merta peserta pemilu memberikan tembusan kepada KPU,” lanjutnya.
Terpisah, Ashari, caleg dari partai Demokrat mengatakan, selain menyambangi konstituen secara langsung dirinya juga melakukan kampanye lewat media sosial. Cara ini dipilih setelah melihat fakta sebagian besar pemilih merupakan masyarakat usia produktif.
“Secara demografi memang pemilu 2024 akan diikuti –lebih dari separonya—mereka masuk usia produktif dan hampir semua melek IT. Meski tidak semuanya mengikuti perkembangan politik melalui media sosial,” terang pria yang juga ketua DPC Partai Demokrat Kota Kediri itu.
Sementara itu, politisi partai Golkar Sudjono Teguh Wijaya memilih cara-cara lama dengan metode tatap muka dalam jumlah terbatas. “Kami juga banyak ke perwakilan-perwakilan warga di wilayah untuk menyampaikan visi dan misi,” ujar ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri itu sembari menyebut, kampanye oleh caleg biasanya dilakukan di tataran multilevel. Termasuk pesan berantai lewat aplikasi pesan Whatsapp.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah