KEDIRI, JP Radar Kediri- Guru dan murid SMAN 1 Pare antusias memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) bersama Kejari Kabupaten Kediri. Dalam kesempatan ini, Korps Adhyaksa mengajak generasi penerus bangsa untuk jujur sejak dini. Sehingga tertanam budaya tidak korupsi.
“Melakukan perbuatan yang tidak sesuai aturan termasuk perilaku korupsi,” terang Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Kediri Iwan Nuzuardhi melalui Kasubsi Intelijen Kejari Kabupaten Kediri Johan Satya Adyaksa saat mengisi materi di depan ribuan siswa SMAN 1 Pare kemarin pagi.
Dalam kegiatan yang dilakukan mulai pukul 09.30 kemarin, pihaknya mengenalkan kepada siswa kelas X, XI, dan XII mengenai korupsi. Serta cara pencegahannya. “Secara khusus menerangkan hukum tindak pidana korupsi dan tentang hal-hal yang kompleks. Serta apa yang relevan dengan kehidupan sehari-hari,” terangnya
Dalam materi itu, kejari juga menekankan bahwa tindakan korupsi berasal dari hal yang kecil. Dengan melakukan pelanggaran kecil, bisa menjadikan seseorang terbiasa untuk lakukan pelanggaran lainnya. Termasuk nanti ketika sudah dewasa. Dari situ potensi melakukan korupsi pun timbul.
Johan menyebut, bahwa kegiatan ini dilakukan agar masa depan generasi penerus bangsa bisa terjaga dari tindak pidana korupsi. Harapannya, agar siswa lebih memahami dan taat terdapat hukum. “Tentunya di sekolah sekolah lain kami juga akan memberikan sosialisasi pencegahan anti korupsi dengan kegiatan jaksa masuk sekolah,” tegasnya.
Dari kegiatan itu, terlihat antusiasme dari ribuan siswa. Salah satunya Azalia Fitriani yang juga sebelumnya saat SMP pernah menjadi duta Anti Korupsi Kabupaten Kediri 2022.
“Hari ini kegiatannya seru banget sampai pengen jawab terus tapi harus gantian sama teman teman lainnya,” akunya.
Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 1 Pare Tajudin Subekti menyebut kegiatan ini salah satu upaya untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa. Dengan diadakannya sosialisasi terhadap para siswa diharapkan agar mereka paham dan menjauhi tindakan korupsi.
“Inputnya untuk anak anak yakni agar mereka tau apa itu korupsi dan mereka bisa sadar bahwa korupsi itu tidak benar,” jelasnya.
Selain dengan sosialisi seperti ini, Tajudin menyebut bahwa salah satu cara untuk memupuk sikap jujur siswa. Yakni dengan dibuatnya sistem printer kejujuran di sekolahan. Siswa dibolehkan untuk menggunakan fasilitas printer yang ada di perpustakaan dengan memberikan uang sukarela untuk mengganti biaya kertas. Harapannya, agar siswa dengan sendirinya memiliki sikap jujur dengan lakukan hal kecil semacam itu.
“Jadi di sekolah ini ada printer kejujuran. Ya, anak anak yang setelah ngeprint itu disediakan tempat untuk mengisi atau membayar sendiri berapa total kertas yang digunakan,” jelasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah