KEDIRI, JP Radar Kediri - Sinyal positif didapat dari proses kalibrasi Bandara Internasional Dhoho yang berlangsung kemarin. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberi sinyal prosesnya berjalan lancar. Jika progres yang sama terjadi dalam beberapa hari ke depan, sertifikat sementara bandara dipastikan bisa segera turun.
Pantauan koran ini, Menhub Budi Karya Sumadi yang menumpang helikopter mendarat di VVIP Terminal Bandara Dhoho sekitar pukul 10.00. Dia bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Maria Kristi Endah Murni. Rombongan Kemenhub disambut oleh Direktur PT Surya Dhoho Investama Maksin Arisandi, Dirut PT Angkasa Pura I Faik Fahmi, serta Wabup Dewi Mariya Ulfa.
Dari terminal VVIP, Budi dan rombongan langsung menuju ke terminal penumpang. Di sana, Budi mengecek ruang keberangkatan dan fasilitas lainnya. Mulai ruang tunggu, area boarding pass, hingga garbarata.
Puas menyaksikan fasilitas di sana, Budi langsung menuju ke belajang terminal penumpang. Di saat yang sama, pesawat PK-CAP Hawker Beechcraft Corporation, Beechcraft B300 King Air 350i milik Kemenhub yang melakukan kalibrasi bandara sejak Rabu (7/12) lalu berhenti di runway belakang penumpang.
Sejurus kemudian, pilot dan kopilot keluar dari kokpit pesawat. Keduanya terlihat memberikan laporan hasil kalibrasi kepada Budi.
Kepada sejumlah wartawan, Budi mengaku sengaja datang ke Bandara Dhoho untuk melihat langsung proses kalibrasi. Berdasar pantauannya, proses kalibrasi berjalan lancar. “Berarti proses pengecekan dapat dilanjutkan ke pra-operasi dalam waktu dekat,” kata Budi.
Jika seluruh tahapan kalibrasi berjalan lancar, menurut Budi Kemenhub bisa segera mengeluarkan rekomendasi. “(Sertifikat sementara bandar udara, Red) bisa menjadi acuan untuk bandara agar dapat beroperasi,” lanjut Budi.
Budi menegaskan, kalibrasi adalah tahap awal dari rangkaian asesmen terhadap security dan safety. Meski sudah berlangsung sejak Rabu (7/12) lalu, kalibrasi masih akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan.
Selebihnya bisa dilakukan pra-operasi atau proses persiapan sebelum bandara beroperasi secara komersil. Di tahap pra-operasi itu akan dilakukan pengujian take off hingga landing pesawat komersial. Serta simulasi beroperasinya bandara secara keseluruhan.
“Jika kalibrasi hingga pra-operasi lancar, peresmian bandara secara komersil dapat dilakukan di Januari atau Februari,” bebernya tentang agenda yang rencananya akan dipimpin Presiden Joko Widodo itu.
Sebelum pembukaan bandara secara komersil, menurut Budi pihak maskapai bisa mengajukan pelayanan penerbangan dari dan ke Bandara Dhoho. Dari pengajuan itu, Kemenhub akan menetapkan maskapai dan rutenya.
Terpisah, Direktur PT SDhI Maksin Arisandi mengaku senang karena kalibrasi bisa dilakukan sejak Rabu lalu. Baginya kalibrasi jadi poin penting sebelum izin operasi bandara turun.
Senada dengan Budi, Maksin menyebut izin keamanan dan kelayakan bandara akan segera turun jika kalibrasi berjalan lancar. “Semoga semuanya lancar karena itu (izin keamanan dan kelayakan bandara, Red) akan menentukan dapat atau tidaknya bandara beroperasi,” paparnya.
Terpisah, Wakil Bupati Kabupaten Kediri Dewi Marya Ulfa mengaku bangga dengan persiapan operasional Bandara Dhoho. Menurutnya, bandara adalah simbol harapan dan semangat baru. Dengan adanya bandara, Dewi berharap ada dampak positif yang dibawa. “Semoga masyarakat Kediri dan sekitarnya dapat lebih sejahtera dengan adanya bandara,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi memastikan pihaknya akan mengoperasikan bandara semaksimal mungkin. Meski belum beroperasi secara komersil, Faik menyebut pihaknya sudah sangat siap. “Kami sangat siap untuk memastikan apa yang diharapkan pemerintah dan pemrakarsa,” tegasnya.
Seperti diberitakan, sertifikat sementara bandar udara dijadwalkan turun pada Minggu (10/12) nanti. Selanjutnya, Selasa (12/12) Bandara Dhoho akan melakukan soft opening.
Salah satu agenda penting tersebut akan dihadiri oleh sejumlah menteri. Menyewa Batik Air, sejumlah Menteri akan take off dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta. Selain Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretaris Kabinet (Menseskab) Pramono Anung Wibowo juga disebut-sebut akan menghadiri soft opening. Bahkan, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Ad Interim Erick Thohir juga dijadwalkan datang.
Hingga kemarin sore, PT SDhI bersama Kemenhub dan beberapa pihak terkait masih melakukan rapat untuk persiapan agenda soft opening di tanggal cantik tersebut. Dalam rapat itu akan dibahas secara detail seremoni soft opening. Termasuk menentukan dimana titik lokasi pelaksanaan agenda yang ditunggu-tunggu masyarakat luas tersebut.
Editor : Anwar Bahar Basalamah