KEDIRI, JP Radar Kediri–Hari pertama kampanye pemilihan legislatif (pileg) di Kediri Raya kemarin adem ayem. Belum ada calon anggota legislatif (caleg) yang melakukan pengumpulan massa atau kampanye terbuka. Mayoritas melakukan sosialisasi lewat baliho yang banyak terpasang di berbagai sudut kota.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri kemarin, sejumlah baliho caleg yang semula dilakban di bagian nomor urut dan gambar paku mencoblos, kemarin mulai dibuka. Beberapa gambar caleg baru juga terpasang di sejumlah perempatan Kota Kediri.
Terkait belum adanya pertemuan terbuka di masa kampanye pileg akhir November ini, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia Moch. Wahyudi membenarkannya. Hingga kemarin sore, menurutnya belum ada caleg yang melaporkan kegiatan kampanye.
“KPU hanya proses memberikan ruang bagi mereka untuk melaksanakan kampanye. Terkait dengan pelaksanaannya, mereka yang memberitahukan kepada kepolisian dengan tembusan kepada KPU dan bawaslu,” terang Wahyudi sembari menyebut pihaknya belum menerima tembusan.
Baca Juga: UMK Kabupaten Kediri Diusulkan Naik 4 Persen, SPSI Minta Kenaikan 15 Persen
Lebih jauh Wahyudi menjelaskan, sedikitnya ada tiga metode kampanye yang diperbolehkan. Di antaranya pertemuan terbatas (di dalam ruangan dan online), pertemuan tatap muka (door to door, mendatangi tempat keramaian, membuat forum), dan penyebaran bahan kampanye.
Para caleg diperbolehkan memilih metode kampanye yang diinginkan. Durasinya sejak 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. “Terkait penjadwalan kampanye memang kami buat. Tapi khusus untuk rapat umum,” papar Wahyudi sembari menyebut rapat umum baru dimulai pada 21 Januari nanti.
Dengan berbagai metode kampanye itu, Wahyudi memprediksi tahun ini peserta pemilu akan memaksimalkan penggunaan media sosial. Berbeda dengan pemilu 2019 dimana tatap muka masih jadi pilihan caleg.
“Jadi mereka door to door terus mendatangi konstituen atau ke pusat keramaian. Kalau yang sekarang dengan banyaknya Generasi Z, mungkin mereka akan memaksimalkan juga penggunaan media sosial. Karena memang dibolehkan kampanye dengan menggunakan medsos. Tapi harus sudah yang didaftarkan ke KPU,” tandasnya.
Baca Juga: Pelebaran Jalan Perempatan Banyakan untuk Akses ke Bandara Kediri Sudah Dimulai
Terpisah, Kasatintel Polres Kediri Kota AKP Agus Sutanto membenarkan tentang sepinya hari pertama masa kampanye kemarin. “Belum ada yang mengajukan izin (kampanye, Red) pertemuan terbuka,” kata Agus.
Sesuai mekanisme, tim kampanye harus mengajukan izin ke kepolisian tujuh hari sebelum pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian, selama seminggu ke depan dipastikan belum ada caleg yang menggelar pertemuan terbuka. “Atau mungkin juga ada yang melakukan pertemuan terbuka tapi waktu (mengajukan izin, Red) mepet,” lanjutnya.
Mengapa para caleg cenderung belum masif melakukan kampanye di hari pertama kemarin? Ketua DPC Partai Demokrat Kota Kediri Ashari menyebut pihaknya tidak secara khusus memilih metode kampanye tertentu untuk menjangkau konstituen. Menurutnya caleg bisa menjangkau konstituen dengan pendekatan masing-masing.
“Sebagai ketua partai, saya sampaikan kepada mereka bahwa tidak ada satu carapun yang paling benar. Semua bergantung upaya masing-masing,” ujarnya sembari menyebut metode tatap muda dengan konstituen tetap menjadi pilihannya.
Baca Juga: Hanya Lima Parpol yang Mendaftarkan Tim Kampanye ke KPU Kota Kediri, Ini Daftarnya
Senada dengan Ashari, Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri Sudjono Teguh Widjaja menyebut, kampanye dengan mengumpulkan massa tidak menjadi prioritasnya. Dia memilih mengumpulkan warga dalam jumlah kecil di satu tempat. “Kami lebih ke kampanye yang menjangkau warga dan ke perwakilan-perwakilan warga untuk menyampaikan program-program,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Djono ini tak menampik jika penggunaan medsos juga diperlukan. Terutama untuk mendekati pemilih pemula. “Kalaupun lewat medsos kami dalam lingkup yang istilahnya tidak vulgar. Kalau untuk capres/cawapres dan program partai memang jelas (masif) lewat medsos,” imbuhnya.
Sementara itu, selain di Kota Kediri, kondisi yang adem ayem atau sepi juga terlihat di Kabupaten Kediri. Hingga kemarin belum ada caleg yang menggelar tatap muka dengan konstituen atau kegiatan menonjol lainnya.
Ketua KPUD Kabupaten Kediri Ninik Sunarmi menyebut, sebanyak 18 parpol di Kabupaten Kediri sudah mendaftarkan tim kampanye. Namun, di hari pertama kemarin masih sepi. “Di hari pertama kami masih belum mencatat adanya kegiatan kampanye,” terang Ketua KPU Kabupaten Kediri Ninik Sunarmi saat dikonfirmasi kemarin (28/11).
Baca Juga: Soal Polemik Alun-Alun Kota Kediri, Begini Kata Pj Wali Kota
Melihat kondisi yang sepi kemarin, Ninik mengaku memakluminya. Dia menengarai para caleg baru melakukan kegiatan kampanye dalam beberapa hari ke depan. Sebab, masa kampanye memang berlangsung hingga Februari nanti.
Berdasar pengalaman sebelumnya, para caleg cenderung memanfaatkan masa akhir kampanye untuk melakukan pertemuan terbuka. “Jika menilik tahun sebelumnya, biasanya parpol akan lebih gencar ketika mendekati akhir masa kampanye,” paparnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah