KEDIRI, JP Radar Kediri-Operasional Bandara Internasional Dhoho Kediri disebut-sebut molor dari jadwal semula pada 8 Desember nanti. Meski demikian, PT Surya Dhoho Investama (SDHI) disebut-sebut tengah mengupayakan agar mereka bisa mengejar target operasional itu.
Sumber koran ini menyebutkan, hingga kemarin pemrakarsa masih melakukan berbagai upaya untuk menindaklanjuti rekomendasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Kami upayakan agar tetap bisa beroperasi 8 Desember nanti,” kata sumber koran ini yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan tersebut.
Masih menurut sumber itu, operasional bandara tidak melulu berarti akan ada penerbangan komersil di tanggal itu. Melainkan, dibukanya sejumlah kios dan sejumlah layanan di sana. “Apakah penerbangan mulai ada tanggal 8 (Desember, Red) masih menunggu evaluasi,” lanjutnya.
Sementara itu, Pemkab Kediri juga berupaya mengimbangi penyelesaian sarana dan prasarana (sarpras) penunjang. Seperti diketahui, setidaknya pemkab memiliki lima pekerjaan rumah (PR) yang harus segera dirampungkan sebelum bandara beroprasi. Yakni, pelebaran jalan di perempatan Banyakan. Kedua, merapikan kabel dan tiang listrik di sepanjang Jl PB Sudirman Banyakan.
Selanjutnya, penambahan lampu penerangan jalan umum (LPJU) akses bandara via Desa Tiron. Ada pula pemasangan rambu penunjuk arah ke bandara, dan terakhir pengaspalan jalan raya Kediri-Nganjuk. “Saat ini semuanya sedang dikerjakan. Semoga saja bisa tepat waktu,” terang Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi.
Seperti halnya pemrakarsa bandara, Sukadi membenarkan jika pemkab juga berupaya menyelesaikan pengerjaan sarpras penunjang itu sebelum 8 Desember. “Optimistis bisa beroperasi 8 Desember,” paparnya.
Pantauan koran ini, hingga kemarin pengosongan rumah dan tanah milik warga yang terdampak pelebaran jalan Banyakan terus dilakukan. Sesuai jadwal, alat berat akan segera didatangkan pekan ini. Saat itulah, pelebaran jalan sepanjang 90 meter di sana akan dimulai.
Jalan yang semula hanya selebar delapan meter itu akan ditambah menjadi 17 meter. Sesuai kesepakatan, pengerjaan proyek akan dilakukan oleh PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (JNKK). Pemrakarsa proyek Tol Kediri-Kertosono diberi tugas memperlebar jalan di titik yang juga akan menjadi interchange tol Kediri-Kertosono itu. “Pelebaran itu menjadi yang paling penting. Karena akan jadi pintu masuk utama ke bandara,” terang Sukadi.
Selain mengebut pengerjaan lima sarpras pendukung bandara, Sukadi menyebut pemkab juga tengah menyiapkan agenda non-fisik. Di antaranya, rencana rapat dengan pemerintah daerah di wilayah selatan Jawa Timur.
Sayangnya, hingga kemarin jadwal pasti rapat koordinasi tersebut belum ditentukan. Sukadi hanya menyebut rapat akan digelar antara akhir November atau awal Desember. “Nantinya rapat akan dilakukan selama dua hari di Kediri,” jelasnya.
Lalu, apakah pemkab sudah mendapat jawaban dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait rekomendasi verifikasi? Sukadi berdalih hingga kemarin belum mendapat jawaban dari Kemenhub. “Tapi semuanya lancar. Bandara diharapkan akan beroperasi pada 8 Desember,” tandasnya.
Seperti diberitakan, dalam verifikasi administrasi yang dilakukan oleh Kemenhub, ada beberapa catatan yang harus ditindaklanjuti pemrakarsa. Dari sisi safety, ketinggian pelayanan lalu lintas penerbangan di wilayah Kediri yang baru lima ribu feet diminta untuk ditindaklanjuti. Selebihnya, kondisi flow di terminal penumpang, terminal kendaraan, hingga kondisi bandara yang masih gersang juga menjadi catatan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah