Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kapan Bandara Kediri Akan Beroperasi, Pemkab Kediri Tunggu Rekomendasi Kemenhub

Karen Wibi • Jumat, 17 November 2023 | 16:26 WIB
KEJAR DEADLINE: Sejumlah pekerja menyelesaikan pengerjaan sarana dan prasarana penunjang di Bandara Internasional Dhoho yang kemungkinan baru bisa dioperasionalkan sebelum libur Nataru.
KEJAR DEADLINE: Sejumlah pekerja menyelesaikan pengerjaan sarana dan prasarana penunjang di Bandara Internasional Dhoho yang kemungkinan baru bisa dioperasionalkan sebelum libur Nataru.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Verifikasi administrasi dan fisik bandara yang diprediksi berlangsung hingga awal Desember, bisa selesai lebih cepat. Pertengahan November ini proses verifikasi yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah selesai. Selebihnya, pemrakarsa tinggal menunggu rekomendasi dari regulator penerbangan tersebut.

 Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi mengungkapkan, verifikasi yang dilakukan oleh Kemenhub tak memerlukan waktu lama. Verifikasi dokumen hanya dilakukan selama tiga hari. Yakni, mulai Rabu (8/11) hingga Jumat (10/11) lalu. “Setelah itu langsung dilanjutkan verifikasi fisik,” terang Sukadi terkait agenda yang sudah rampung awal pekan ini. 

 Setelah menuntaskan verifikasi, menurut Sukadi Kemenhub akan 

melakukan rapat internal. Dari sana akan diketahui apa saja yang masih harus diperbaiki atau sarana dan prasarana (sarpras) yang dianggap sudah memadai. 

 Karena itu pula, hingga kemarin Pemkab Kediri dan PT Surya Dhoho Investama (SDHI) selaku pemrakarsa bandara masih menunggu rekomendasi dari Kemenhub. “Sampai hari ini (kemarin, Red) masih belum keluar,” lanjutnya.

 Meski demikian, diakui Sukadi jika dalam verifikasi ada beberapa hal yang jadi catatan Kemenhub. Di antaranya, kondisi vegetasi di sekitar bandara. Kemenhub menilai bandara masih terlalu gersang. Belum ada tanaman hijau di lahan seluas ratusan hektare tersebut. “Pemrakarsa diberi waktu sebulan untuk melakukan penghijauan,” jelasnya. 

 Tidak hanya itu, saat pengecekan lapangan Kemehub juga masih mendapati alat-alat kerja yang berserakan di lokasi proyek. Padahal, alat-alat tersebut tidak lagi digunakan karena proyek fisik sudah hampir selesai. “Tapi itu wajar karena saat itu proses pembangunan masih belum 100 persen,” paparnya sembari menyebut pekan ini fisik sudah selesai 100 persen.

Seperti diberitakan, operasional Bandara Internasional Dhoho yang semula direncanakan 8 Desember dipastikan molor. Hal tersebut setelah berdasar verifikasi Kemenhub ada beberapa hambatan yang masih harus dituntaskan.

Yang paling mendesak adalah terkait safety penerbangan. Sejauh ini, ketinggian pelayanan lalu lintas penerbangan di wilayah Kediri yang diizinkan hanya lima ribu feet. Ketinggian tersebut dianggap masih berbahaya untuk keselamatan penerbangan. Bagi maskapai, ketinggian lima ribu feet juga membuat operasional mahal karena boros bahan bakar. 

Disinggung terkait hal ini, Sukadi juga membenarkan jika masalah ruang udara itu jadi catatan Kemenhub. Mengapa pelayanan lalu lintas penerbangan tidak bisa lebih tinggi lagi? Menurut Sukadi jika lebih tinggi dari lima ribu feet akan bersinggungan dengan wilayah udara Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Iswahjudi Magetan. “Kami sudah lakukan koordinasi dengan Kemenhub. Harapannya ada win-win solution,” tegas Sukadi.

Dengan berbagai permasalahan tersebut, Pemkab Kediri dan PT SDHI mengupayakan agar bandara bisa beroperasi sebelum libur Natal dan tahun baru (Nataru). “Kami sangat berusaha sekuat mungkin agar bandara tetap bisa beroperasi pada 8 Desember,” tegasnya. 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#bandara kediri #lebih cepat #first landing #administrasi