KEDIRI, JP Radar Kediri-Genangan air yang sering terjadi di Jl Mastrip, Kota Kediri saat musim hujan, agaknya bisa sedikit berkurang tahun ini. Hal tersebut setelah pemkot membangun drainase di akses jalan menuju Gua Selomangleng itu akhir tahun ini.
Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, saluran selebar satu meter itu dibangun sejak Juli lalu. Hingga pertengahan November ini, realisasi proyek sepanjang 400 meter tersebut sudah mencapai 90 persen. “Hanya kurang 10 persen saja,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Endang Kartika Sari melalui Kabid Bina Marga I Made Dwi Permana.
Sedikitnya ada sekitar 320 box culvert yang dipasang di lokasi tersebut. Hingga kemarin, box tersebut masih dalam proses penyelesaian pemasangan. Sesuai surat perintah kerja (SPK), proyek ditargetkan selesai akhir November ini. “(Pemasangan box culvert, Red) masih kurang sekitar 50-an,” lanjut pria yang akrab disapa Made itu.
Lebih jauh Made menjelaskan, sebelumnya kawasan itu belum memiliki drainase. Akibatnya, saat daerah setempat diguyur hujan deras, air akan menggenang. Sulit terserap tanah. “Istilahnya air menjadi liar di atas. Nggak ada arah ke mana sehingga mencari jalan sendiri-sendiri,” terang Made sembari menyebut air biasanya mengalir ke daerah yang lebih rendah atau ke Lingkungan Botolengket.
Sementara itu, pembangunan drainase sempat mengalami sejumlah kendala. Salah satunya karena Jl Mastrip termasuk jalur ramai. Menjadi akses orang yang hendak ke sekolah, universitas, hingga ke kompleks wisata Gua Selomangleng. “Posisinya di sana memang crowded (padat) sekali. Di sana jalannya ramai,” tandasnya.
Selain itu, para pekerja juga sempat terkendala sejumlah utilitas di dalam tanah. Salah satunya pipa PDAM yang membentang di jalur drainase. Made menuturkan ada dua pipa besar yang harus dipindahkan selama membangun drainase tersebut.
“Kami juga harus membongkar pagar warga yang ada di selatan. Karena lokasinya harus masuk ke selatan jalan (menyeberangi jalan) untuk pembuangan air ke Kali Kedak,” paparnya.
Artinya, saluran yang berada di sisi utara jalan itu dibelokkan ke selatan. Tepat di barat Jembatan Sukorame. Tujuannya, untuk mengarahkan saluran menuju Kali Kedak. “Yang di sisi timur itu sudah clear. Tinggal yang ke barat yang sedang berproses. Targetnya akhir November selesai,” tandasnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah