Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemulihan Sumur Tercemar di Tempurejo Kota Kediri Ternyata Masih Lama

Ayu Ismawati • Jumat, 10 November 2023 | 17:20 WIB
TERCEMAR: Salah seorang warga terdampak sedang mengambil air di sumur miliknya. Butuh waktu paling cepat tiga bulan untuk normalkan air.
TERCEMAR: Salah seorang warga terdampak sedang mengambil air di sumur miliknya. Butuh waktu paling cepat tiga bulan untuk normalkan air.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri – Upaya pemulihan sumur tercemar minyak di Kelurahan Tempurejo mulai mendapat titik terang. Setelah sebelumnya langkah pemulihan sumur warga tak menunjukkan hasil, dalam waktu dekat pendekatan ilmiah akan diterapkan. Itu setelah pemerintah kota (pemkot) menerima rekomendasi terkait cara memulihkan air sumur yang tercemar minyak dari peneliti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Melalui pertemuan dengan warga dan perwakilan SPBU Pertamina 5464135, rekomendasi itu dipaparkan. Salah satu metode yang diusulkan adalah dengan memberikan chemical dispersion pada air tanah. Penggunaan bahan kimia menjadi langkah utama yang diusulkan untuk bisa memulihkan kembali sedikitnya 14 sumur warga di RT 05/II itu.

“Pada prinsipnya, air tanah akan diberi cairan kimia, namun tidak berbahaya bagi lingkungan. Fungsinya untuk menetralkan kandungan cemaran,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Imam Muttakin.

Proses menetralkan cemaran berupa total petroleum hydrocarbon (TPH) itu menurut Imam baru bisa selesai paling cepat dalam kurun tiga bulan. Namun begitu, lama waktu itu juga tergantung intensitas TPH dalam lingkungan yang tercemar itu.

Kapan proses itu bisa dilaksanakan? Menurut Imam, pihaknya tetap menunggu arahan dari peneliti ITS. Sebab, segala tahap pemulihan itu harus dengan pendampingan dari pemkot dan ITS.

“Kita dorong dan upayakan dalam waktu dekat dengan didampingi oleh ITS. Karena tidak boleh ada treatment tanpa ada pendamping,” tandasnya.

Sementara itu, manajemen SPBU Pertamina 5464135 yang kemarin diwakili oleh kuasa hukumnya mengatakan siap menindaklanjuti arahan ITS. Pihaknya pun memastikan upaya pemulihan sumur warga akan dilakukan sesegera mungkin. Sehingga tidak semakin merugikan warga.

Sembari menunggu proses lebih lanjut, Kuasa Hukum SPBU Pertamina 5464135 Eko Budiono mengatakan langkah pemulihan sumber pencemaran terus dilakukan. Termasuk titik kebocoran di salah satu pipa penyambung antara tangki pendam dengan dispenser penjualan.

“Kita sudah bongkar semua untuk pomnya. Seluruh pipanya sudah kita ganti dengan yang baru sesuai saran dari Pertamina,” tutur Eko.

Eko menambahkan, progres perbaikan SPBU sudah hampir rampung. Terkait operasional kembali SPBU, menurut Eko masih perlu dikomunikasikan dengan manajemen SPBU dan Pertamina.

“Mungkin pomnya buka dulu (setelah selesai diperbaiki, Red). Tapi kita menunggu pembicaraan lebih lanjut,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Ashari yang kemarin juga hadir menyebutkan, masukan dari ITS memang bisa menjadi acuan untuk memulihkan air sumur warga. Ia berharap, proses itu bisa disegerakan.

“Ini memang musibah. Siapapun tidak ada yang menghendaki ini terjadi. Tapi kami menghendaki untuk proses penyelesaian ini disegerakan,” tandas Ashari.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pencemaran #air #sumur #air bersih