KEDIRI, JP Radar Kediri - Warga Jalan Anyelir mengeluhkan pembangunan di Kampung Inggris Pare yang kini tengah berlangsung. Mereka menilai jika pembangunan tersebut membuat jalan umum kian menyempit.
Dari pantauan wartawan koran ini, keluhan itu dilakukan oleh beberapa warga Jalan Anyelir. Khususnya warga sisi sebelah barat yang masuk ke dalam Desa Pelem, Kecamatan Pare.
Mereka menilai jika pembangunan trotoar malah menyusahkan warga. Bagaimana tidak, jalan umum jadi kian sempit. Hasilnya adalah arus lalu lintas yang mudah macet. Terutama ketika malam hari.
“Dibangun trotoar malah jalannya jadi sering macet,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya itu.
Dengan kondisi tersebut, warga yang enggan disebut namanya itu berharap pembangunan trotoar dibatalkan. Atau paling tidak, lebar dari trotoar dapat dikurangi. Dari yang mulanya 120 centimeter (cm) menjadi sekitar 60 cm. “Jangan sampai jalannya jadi indah tapi malah merugikan warga sini,” tuturnya.
Terpisah, Pelaksana Proyek Kampung Inggris Arif Kurniawan mengatakan jika pembangunan trotoar sudah sesuai. Yakni dengan spesifikasi yang diminta oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Trotoar dengan lebar mencapai 120 cm.
Terkait banyaknya warga yang mengeluh, Arif meminta kepada warga untuk bersabar. Toh, pembangunan yang dimulai sejak pertengahan tahun itu belum rampung sepenuhnya. Baru setelah proyek selesai, Arif meminta kepada warga untuk baru berkomentar.
“Kami di sini hanya menjalankan tugas. Yang mendesain dari Kementrian PUPR,” tandasnya. Dia menambahkan, sosialisasi di Jalan Anyelir telah dilakukan beberapa kali. Sebelum dan saat proyek sedang berlangsung.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah