Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemkab Kediri dan Balai Pelestari Kebudayaan Melakukan Ekskavasi Situs Purbakala di Area Bandara Kediri

Karen Wibi • Selasa, 24 Oktober 2023 | 17:00 WIB

RAPUH: Puluhan pekerja melakukan ekskavasi situs di area Bandara Kediri yang diduga kuat merupakan pemandian pada masa lampau tersebut.
RAPUH: Puluhan pekerja melakukan ekskavasi situs di area Bandara Kediri yang diduga kuat merupakan pemandian pada masa lampau tersebut.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI melakukan ekskavasi situs purbakala di area bandara kemarin. Situs di Desa/Kecamatan Grogol yang diduga kuat merupakan pemandian atau sarana pengairan itu diduga sudah berusia ratusan tahun.

Ketua Tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI M. Ichwan mengatakan, ekskavasi situs yang terletak di jalan bandara Tiron-Grogol itu akan dilakukan hingga Rabu (25/10) besok. Sebanyak 20 pekerja terlihat menggali situs yang terpendam tanah itu.

Dalam bekerja, mereka terlihat sangat hati-hati. Ini tak lepas dari kondisi situs yang sudah dalam kondisi rapuh. Salah sedikit, bangunan yang terbuat dari batu bata tanah liat itu bisa rusak.
Pantauan koran ini kemarin, struktur bangunan di situs berukuran 5x5 meter itu sudah terlihat.

Tingginya sekitar dua meter. Tim akan melakukan ekskavasi hingga seluruh struktur bisa terbuka.
Lebih jauh Ichwan mengaku belum mengetahui sejarah situs secara pasti. Sebab, hingga kemarin belum ada catatan tertulis maupun tak tertulis dari situs tersebut. “Sementara kami namai Situs Grogol karena lokasinya berada di Grogol,” sambung pria asal Klaten, Jawa Tengah itu.

Baca Juga: Progres Pembangunan Jembatan Jongbiru Kediri Mulai Pemasangan Tiang Pancang

Tak hanya nama yang belum diketahui. Ichwan juga menyebut mereka belum mengetahui usia situs tersebut. Demikian pula pada era kerajaan apa situs tersebut dibangun.

Dalam waktu dekat Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI akan melakukan penelitian untuk mengungkapnya. Terkait fungsi situs, Ichwan juga belum bisa menyebut secara pasti. Namun, dari pandangan mata menurutnya situs difungsikan sebagai pemandian atau pengairan.

Teori itu diperkuat dengan lokasi situs yang berada di dekat bekas sungai. Sayang sungai tersebut kini sudah hilang. Dugaan tentang fungsi situs sebagai tempat pemandian juga diperkuat dengan bentuk bangunan yang menyerupai huruf U. Mirip dengan kolam yang biasa dibangun pada masa kerajaan. “Untuk fungsinya masih akan kami perdalam lagi,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Adi Suwignyo menyebut pihaknya juga menerjunkan personel dalam ekskavasi kemarin. Terkait fungsi dan asal situs, pihaknya masih menunggu penelitian BPK Wilayah XI Jatim. “Kami masih menunggu hasil penelitiannya,” kata pria yang akrab disapa Wignyo tersebut.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pemkab kediri #bandara kediri #situs #purbakala