KEDIRI, JP Radar Kediri-Kondisi pasar grosir yang sudah penuh sesak alias overload agaknya akan segera teratasi. Ini setelah Pemkot Kediri bersama paguyuban pedagang sepakat membangun ulang pasar buah dan sayur itu. Mereka berencana membangun ratusan kios baru di sana.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Grosir Ngronggo Edi Purwanto mengungkapkan, selama ini pasar grosir dirasa terlalu penuh dengan pedagang. Karenanya, paguyuban lantas memfasilitasi pembangunan kios. Peletakan batu pertama pengembangan pasar dilakukan kemarin.
“Pedagang dari luar kan banyak, termasuk yang di pinggir-pinggir jalan. Dan kami nggak bisa menolak karena sama-sama cari makan (uang, Red). Saya juga nggak membolehkan kalau pedagang yang di jalan-jalan itu diusir,” kata Edi.
Sementara itu, banyaknya pedagang yang berjualan di jalan kerap menimbulkan kemacetan. Mereka juga mengganggu aktivitas transaksi di sana. “Kalau macet juga merugikan karena pedagang dari luar kota terkadang memburu waktu. Kalau tidak segera diatasi, pasar ini akan ketinggalan,” lanjutnya.
Baca Juga: Prodamas Plus 2023 Berhasil Pikat Juri, Ada 7 Kategori yang Akan Diperbutkan RT
Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perumda) Pasar Joyoboyo Djauhari Luthfi menyebut, total akan ada 107 kios yang dibangun. Pembangunan dengan mekanisme build, operate, transfer (BOT) atau bangun guna serah itu dilaksanakan di tanah seluas tujuh ribu meter persegi.
Lebih jauh Djauhari menjelaskan, nantinya 10 persen dari keuntungan akan masuk ke Pemkot Kediri lewat Perumda Pasar. “Untuk pengelolaan pasarnya tetap kami. Kalau pengelolaan kios oleh paguyuban karena kami akan sinergikan antaran yang baru dan yang lama,” jelasnya.
Sinergi itu antara lain juga untuk mengurai persoalan overload yang selama ini dikeluhkan pedagang. Dengan pembangunan itu, diharapkan proses jual-beli di pasar grosir terbesar di Kota Kediri itu bisa berjalan lebih baik. Dengan begitu, turut menguntungkan pula bagi pedagang.
Untuk diketahui, peletakan pembangunan kios di pasar grosir kemarin dihadiri Wali Kota Abdullah Abu Bakar. Abu mengungkapkan, mekanisme pembangunan secara BOT ini ini diterapkan setelah pembangunan sebelumnya terkendala aturan dan hukum. Sehingga, harus diberhentikan.
Baca Juga: Ada Lima Bangunan di Bandara Kediri yang Belum Rampung, Ini Daftarnya?
“Akhirnya ketemu build operate transfer atau bangun guna serah selama 10 tahun,” tandasnya.
Dengan pengembangan itu, menurut Abu bisa jadi kesempatan bagi pasar untuk berkembang lebih besar. Sebab, selama ini, Pasar Grosir Ngronggo termasuk pasar perdagangan besar yang jual-belinya mencapai Indonesia bagian timur.
“Kalau pasar ini macet atau tidak beroperasi maka akan berdampak ke wilayah Indonesia Timur maupun wilayah lainnya,” tandasnya sembari berharap pengembangan pasar juga bisa menambah suplai ke luar daerah.
Pengembangan Pasar Grosir Ngronggo menurut Abu juga bisa memberi dampak ekonomi yang besar bagi daerah. Itu tak lepas dari Kota Kediri yang dirancang sebagai kota perdagangan. “Makanya, pasar dan pemerintah menyediakan tempat-tempat perdagangan yang layak dan oke serta strategis untuk Kota Kediri,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah