KEDIRI, JP Radar Kediri-Rencana pembukaan rute penerbangan Kediri-Jeddah (Arab Saudi) di Bandara Internasional Dhoho langsung mendapat respons positif. Mereka mendukung rute pelayanan umrah dan haji itu bisa terwujud. Sebab, hal tersebut akan memudahkan masyarakat di wilayah Jatim selatan untuk beribadah.
Untuk diketahui, saat penerbangan komersil di Bandara Kediri dibuka 9 Desember nanti, sedikitnya ada tiga rute penerbangan yang rencananya dibuka. Yaitu, Kediri-Jakarta, Kediri-Bali, dan Kediri-Jeddah. Tiga rute itu dinilai dibutuhkan oleh masyarakat. “Pelayanan haji dan umrah lewat Bandara Kediri sangat penting. Kediri juga akan sangat diuntungkan,” kata Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto.
Pelayanan haji dan umrah di Bandara Kediri dengan membuka rute Kediri-Jeddah, menurut Dodi akan membuat bandara cepat berkembang. Dampaknya akan berimbas pada perekonomian masyarakat. Sebab, infrastruktur pendukung akan dibangun di sana. “Ini (pelayanan haji dan umrah, Red) potensi yang harus benar-benar kami manfaatkan,” lanjutnya berharap perekonomian di barat sungai bisa berkembang pesat.
Dodi menegaskan, beroperasinya Bandara Kediri dalam pelayanan umrah juga akan mengurangi kepadatan Bandara Juanda. Bagi masyarakat, mereka dimudahkan karena tidak perlu menempuh jarak yang jauh ke bandara. “Jadi memang itu (pelayanan haji dan umrah, Red) harus terwujud,” tandasnya.
Baca Juga: Ini Manfaat bila Jembatan Jongbiru Kabupaten Kediri Sudah Tersambung
Terpisah, Bupati Hanindhito Himawan Pramana menyebut, Pemkab Kediri bersama PT Surya Dhoho Investama (SDHI) terus melakukan serangkaian persiapan jelang operasional bandara. Termasuk membuka rute Kediri-Jeddah untuk pelayanan haji dan umrah.
Potensi besar Bandara Kediri di wilayah Jatim selatan menurut Dhito sangat besar. Selain melayani Kabupaten dan Kota Kediri, bandara juga melayani belasan kabupaten/kota lainnya. “Semua kelengkapan terus dipersiapkan,” jelasnya.
Seperti sebelumnya, Dhito menyebut pihaknya harus menyediakan sarana pendukung. Di antaranya asrama haji, rumah sakit, hingga hotel bintang lima untuk menginap kru pesawat. “Kami matangkan semuanya,” imbuh bapak dua anak itu.
Seperti diberitakan, Bandara Kediri dijadwalkan mulai melayani commercial flight awal Desember nanti. Sebelum agenda tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan verifikasi administrasi dan verifikasi fisik. Jika sebelumnya verifikasi dilakukan pada 8 November, agaknya agenda akan lebih maju lagi.
Baca Juga: Finishing Alun-Alun Kota Kediri Butuh Waktu Lama, Ini Detailnya
Asisten I Pemkab Kediri Sukadi menyebut verifikasi akan dilakukan sejak 1 November. “Sejak 1 November Kemenhub akan melakukan verifikasi total,” ungkap Sukadi sembari menyebut verifikasi akan dilakukan di dalam bandara dan di luar bandara.
Dia bersyukur saat ini beberapa bagian penting bandara seperti runway dan menara air traffic control (ATC) diyakini selesai Oktober ini. Sehingga, saat verifikai awal November nanti sudah sepenuhnya siap.
Adapun yang harus disiapkan lebih lanjut menurut Sukadi adalah fasilitas terkait keselamatan penerbangan. Sesuai hasil rapat dengan PT Angkasa Pura I dan stake holder terkait pada Jumat (13/10) lalu, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Di antaranya pembuatan nota kesepahaman antara PT Angkasa Pura I, bupati, wali kota, komandan kodim (dandim) dan kapolres terkait penanganan bersama kesiapan bandara.
“Seperti rumah sakit nanti akan di-support oleh sejumlah rumah sakit di kota. Makanya wali kota juga kami libatkan,” jelas Sukadi terkait fasilitas pendukung yang terus dikebut.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah