Akses menuju ke Bandara Internasional Dhoho juga terus dikebut. Salah satunya, Jembatan Jongbiru yang pertengahan Oktober ini mulai dibangun. Rekanan mulai memasang tiang pancang di infrastruktur yang rusak sejak tahun 2017 silam itu.
Pelaksa Lapangan Pembangunan Jembatan Jongbiru Anugerah Dwi Pamungkas mengungkapkan, pemasangan tiang pancang akan dilakukan minggu ini. Tahapan tersebut, menurut Pamungkas, salah satunya bertujuan untuk melihat kondisi tanah yang akan dicor. “Pemasangan tiang pancang nanti di sisi utara lebih dulu,” katanya.
Mengapa sisi utara didahulukan? Pamungkas menyebut kondisi tanah di sana lebih siap dibanding sisi selatan. Khusus untuk area Jongbiru, pihaknya masih melakukan pengurukan dan pemadatan tanah.
Selain kesiapan tanah, menurut Pamungkas lokasi untuk pemasangan tiang pancang di sisi utara juga lebih susah. Penyebabnya, sungai di sisi utara lebih dalam dibanding sisi selatan. “(Sungai sisi utara, Red) kedalamannya mencapai delapan meter,” lanjutnya sembari menyebut sungai sisi selatan hanya sedalam enam meter.
Baca Juga: Finishing Alun-Alun Kota Kediri Butuh Waktu Lama, Ini Detailnya
Dengan kondisi sungai sisi selatan yang lebih dangkal, Pamungkas meyakini pemasangan tiang pancang di sana akan lebih mudah. Kondisi itulah yang membuat rekanan memilih berkonsentrasi di sisi utara lebih dulu.
Sesuai tahapan, menurut Pamungkas pihaknya akan menyelesaikan pemancangan sisi utara dan sisi selatan lebih dulu. Setelah tiang pancang terpasang, mereka baru akan melakukan pengecoran beton dasar jembatan. Sesuai timeline, tahap ini dilakukan antara November-Desember.
Rekanan berupaya melakukan tahap tersebut sebelum musim hujan tiba. Sebab, debit air Sungai Brantas cenderung tinggi dan tidak bisa diprediksi saat musim penghujan. “Pasti ada masalah saat musim hujan. Tapi kami terus koordinasi dengan petugas bendungan di barat dan timur jembatan untuk mengendalikan debit air,” tandas Pamungkas.
Seperti diberitakan, Jembatan Jongbiru merupakan salah satu akses menuju ke Bandara Internasional Dhoho. Pengoperasian jembatan tersebut tidak hanya mempermudah akses warga Kota dan Kabupaten Kediri untuk melintas. Melainkan, bisa mengurai potensi kemacetan di Semampir setelah bandara beroperasi.
Baca Juga: Bandara Kediri Siapkan Tiga Rute Utama, Mana Saja?
Selain memulai pembangunan jembatan saat ini rekanan juga mulai memperlebar jalan Jongbiru yang menjadi akses menuju ke jembatan. Pantauan koran ini kemarin, proses perbaikan jalan nyaris rampung untuk sisi utara. Dalam waktu dekat, perbaikan akan segera dilakukan di sisi selatan.
“Pengerjaan masih terus dilakukan. Targetnya adalah selesai di akhir tahun,” ujar Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum da Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama.
Irwan memastikan hingga kemarin perbaikan jalan berjalan lancar. Jika hal tersebut terus terjadi, pria yang tinggal di Mojoroto itu optimistis pelebaran jalan bisa selesai Desember nanti.
Terpisah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi menyebut proyek Jembatan Jongbiru dan pelebaran jalan di sana terus dikebut. Ini tak lepas dari operasional bandara pada awal Desember nanti.
Dengan selesainya kedua proyek itu, akses menuju ke bandara akan semakin lancar lagi. “Akses menuju ke bandara terus diperbaiki jelang beroperasinya bandara,” paparnya.
Seperti diberitakan, proyek pembangunan jembatan dikerjakan oleh PT Dwi Mulyo Lestari. Anggarannya mencapai Rp 25,46 miliar. Sedangkan proyek pelebaran jalan dilakukan oleh PT. Poncoredjo dengan anggaran Rp 26,91 miliar. Selain di ruas Jongbiru, anggaran tersebut juga digunakan untuk membiayai perbaikan jalan di beberapa ruas lainnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah