KEDIRI, JP Radar Kediri-Pembangunan Alun-Alun Kota Kediri sudah hampir selesai. Para pekerja mulai mengebut finishing atau penyelesaian akhir pertengahan Oktober ini. Sayangnya, berbeda dengan proyek lain yang lebih cepat, tahap ini justru membutuhkan waktu paling lama.
Pantauan koran ini kemarin, sejumlah pekerja terlihat melakukan plester atau penghalusan pada bangunan pujasera di sisi alun-alun. Sisanya ada pula yang memasang plester di sambungan plafon dan pekerjaan tahap akhir lainnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Endang Kartika Sari menjelaskan, tahap finishing pembangunan Alun-Alun Kota Kediri memang membutuhkan waktu yang lama. “Ini (finishing lama, Red) karena estetikanya diperhatikan. Pekerjaannya halus,” kata Endang.
Lebih jauh Endang menuturkan, arsitek meminta agar bangunan yang menjadi ikon Kota Kediri ini harus terwujud dengan rapi. Mulai plafon, pintu, dan bagian bangunan lainnya.
Baca Juga: Bandara Kediri Siapkan Tiga Rute Utama, Mana Saja?
Meski ada ornamen yang siap pasang, menurut Endang juga ada beberapa bagian bangunan yang dalam pelaksanaannya membutuhkan ketelitian ekstra. Dia mencontohkan untuk bagian beton ekspose yang butuh penanganan khusus.
Endang juga menyebut pemasangan kayu bengkirai yang memiliki tingkat kesulitan sendiri. “Namanya kayu kan tidak bisa seperti besi holo yang semuanya lurus. Ada bagian yang bengkok dan butuh support khusus,” terangnya.
Kayu bengkirai menurut Endang juga jadi salah satu bagian yang akan mempercantik pujasera alun-alun. Jika sebelumnya hanya los diisi rombong PKL, ke depan pujasera tak ubahnya kafe atau food court kekinian. “Kayu bengkirai itu nanti akan menjadi semacam tirai. Dipasang berderet di sisi utara lantai dua pujasera,” paparnya.
Endang menegaskan, arsitek dari Andramatin tak sekadar membuat gambar desain saja. Melainkan, mereka juga melakukan pengawasan berkala untuk memastikan realisasi sudah sesuai desain.
Baca Juga: Ada Lubang di Jembatan Semampir Kota Kediri, Pengendara Motor Nyaris Celaka
Tim Andramatin menurut Endang juga sangat detail. Terutama di tahap finishing ini. “Misalnya, lampu yang dipasang juga dicek, sudah sesuai atau belum. Ornamen-ornamen lain juga dicek,” urai Endang tentang tim yang Senin (16/10) nanti juga melakukan pengecekan ke lokasi proyek itu.
Seperti diberitakan, proyek alun-alun senilai Rp 23 miliar itu sesuai surat perintah kerja (SPK) harus selesai akhir Desember nanti. Melihat realisasi fisik yang lebih cepat, proyek hampir dipastikan bisa selesai akhir Oktober atau awal November nanti.
Berapa persen realisasi proyek hingga pertengahan Oktober ini? Endang mengaku belum mendapat laporan detail dari pengawas. Meski demikian dia memastikan prosesnya terus dikebut. “Pekerjaan dilakukan dengan lembur terus,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah