Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bandara Kediri Siapkan Tiga Rute Utama, Mana Saja?

Karen Wibi • Senin, 16 Oktober 2023 | 17:28 WIB

SEGERA BEROPERASI: PT Wika Gedung terus mengebut pengerjaan sejumlah item proyek bandara yang tanggal 8 Desember nanti dijadwalkan mulai melayani penerbangan komersil.
SEGERA BEROPERASI: PT Wika Gedung terus mengebut pengerjaan sejumlah item proyek bandara yang tanggal 8 Desember nanti dijadwalkan mulai melayani penerbangan komersil.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Operasional Bandara Internasional Dhoho terus dimatangkan. Selain menyiapkan dimulainya commercial flight atau penerbangan komersil, saat ini Pemkab Kediri bersama PT Surya Dhoho Investama (SDHI) juga tengah menyiapkan tiga rute utama bandara yang terletak di barat Sungai Brantas itu.

Bupati Hanindhito Himawan Pramana mengungkapkan, tiga rute utama yang dibuka di bandara dengan runway sepanjang 3.300 meter itu adalah Kediri-Jakarta, Kediri-Bali, dan Kediri-Jeddah (Arab Saudi). “Sekarang ini (pertengahan Oktober, Red) sedang dimatangkan (rute yang akan dibuka di Bandara Internasional Dhoho, Red),” kata Dhito.

Lebih jauh bapak dua anak itu menuturkan, untuk bisa memancing maskapai penerbangan agar membuka tiga rute tersebut, pemkab bersama PT SDHI tengah menyiapkan mekanisme subsidi. Nantinya, maskapai yang mau membuka rute akan mendapat maskapai dengan sistem sharing.
Berapa besaran subsidi? Dhito mengaku belum bisa menyebutkan. “Berapa yang ditanggung SDHI dan pemkab, itu yang sekarang masih kami hitung,” lanjutnya.

Untuk bisa membuka rute Kediri-Jeddah, diakui Dhito ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh Pemkab Kediri. Di antaranya, mereka harus menyiapkan sarana dan prasarana (sarpras) pendukung. Mulai rumah sakit, asrama haji, hingga hotel bintang lima untuk tempat menginap kru pesawat.

Baca Juga: Ada Lubang di Jembatan Semampir Kota Kediri, Pengendara Motor Nyaris Celaka

Apakah hal itu memungkinkan? Dhito optimistis bisa mewujudkannya. Menurutnya, studi kelayakan pembangunan hotel bintang 5 dan sarpras pendukung di sana sudah selesai. Lahan juga sudah disiapkan. “Status kepemilikannya (hotel dan sarpras lain, Red) nanti pemkab dengan swasta. Tahun depan bisa mulai ground breaking,” urainya.

Berdasar koordinasi terakhir, pria yang gemar bermain badminton ini kembali menegaskan jika 8 November nanti Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan verifikasi kelengkapan dan kelayakan bandara. Selanjutnya, penerbangan komersil akan dimulai pada 8 Desember.

Bagaimana dengan agenda first landing? Dhito menyebut, agenda tersebut hanya merupakan seremoni saja. Hingga kemarin menurutnya belum ditentukan tanggal secara pasti. “Bisa empat atau lima hari sebelum commercial flight,” tandasnya.

Dia kembali menegaskan, selain merumuskan besaran subsidi untuk maskapai penerbangan, pihaknya tengah fokus melakukan negosiasi dengan maskapai. Sebelumnya, suami Eriani Annisa atau Mbak Cicha ini menyebut ada empat maskapai yang tengah melakukan negosiasi dengan pemkab.

Baca Juga: Bupati Dhito Sebut Ada Empat Maskapai yang Sedang Negosiasi untuk First Landing di Bandara Kediri

Sumber koran ini mengungkapkan, ada salah satu maskapai yang justru menawarkan diri membuka rute di Bandara Kediri. Yakni Super Air Jet. Ditanya terkait hal ini, Dhito mengaku belum bisa mengungkapkan. “Nanti dulu. Masih dibahas. Sabar dulu,” pintanya sambil tersenyum.

Seperti diberitakan, Pemkab Kediri bersama PT Angkasa Pura I tengah menyiapkan kelengkapan administrasi untuk operasional bandara. Di antaranya dengan membentuk Komite Emergency yang terdiri dari beberapa instansi. Komite bertugas memastikan sarpras di bandara sudah siap dan lengkap.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#bandara #first landing #operasional #penerbangan